Enyahlah Iblis!

Enyalah Iblis!

“Enyahlah, iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

(Matius 4 : 10)

 

Setelah Yesus menerima pembaptisan di Sungai Yordan, Ia penuh dengan Roh dan hidup dari Roh. Nampaknya, Yesus baru dicobai iblis ketika Yesus telah berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam, dan Yesus pun lapar. Saat itu, Yesus dicobai iblis untuk mengubah batu menjadi roti. Iblis hendak menguji kepercayaan dan kesetiaan Yesus kepada Bapa-Nya.  Yesus mampu dan dapat mengalahkan pencobaan dengan mengutip Ul 8:3 bahwa makanan memang penting untuk hidup, tetapi hidup sesungguhnya tidak hanya untuk makan melainkan orang hidup untuk melaksanakan firman Allah.

Pencobaan kedua, iblis membawa Yesus ke puncak bait suci di Yerusalem. Di tempat ini, Yesus dicobai agar menerjunkan diri-Nya ke bawah sebab akan ada malaikat Tuhan yang akan melindunginya supaya tak terantuk.  Iblis mencobai Yesus dengan mengutip firman Allah tetapi secara salah dan keliru. Memang, bagi orang yang percaya kepada Allah, Allah akan selalu melindungi melalui perlindungan malaikat-malaikat-Nya. Akan tetapi, orang tidak boleh meragukan kuasa Allah kepada umat-Nya. Maka, dengan tegas, Yesus mengalahkan pencobaan ini dengan mengutip Ulangan 6:16.  Pencobaan ketiga ini menunjukkan maksud sesungguhnya dari iblis, yaitu iblis ingin disamakan dengan Allah, karena itu ia mau agar Yesus menyembah iblis. Selain itu, kekeliruan iblis nampak jelas bahwa segala yang ditawarkannya itu bukan dia yang menciptakan melainkan Allah. Maka, Yesus dengan sangat tegas mengalahkan pencobaan iblis dengan mengutip Ul 6:13 yang berbunyi: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (ay 10).

Kebenaran yang kita temukan tentang kisah Yesus mengalahkan pencobaan-pencobaan iblis, menyatakan kepada kita bahwa manusia hidup hanya demi Allah saja, bukan dari makanan, kekuasaan, dan jaminan palsu dari iblis. Kunci untuk mengalahkan pencobaan dari iblis ialah hidup dalam hadirat Tuhan dan taat melakukan FirmanNya. Kita perlu merespon godaan-godaan di akhir zaman dengan kuasa yang sudah Tuhan letakkan bagi setiap pribadi kita. Seringkali banyak orang jatuh tergiur oleh tawaran-tawaran dunia, akhirnya mereka jatuh dalam perangkap iblis.  Kita dituntut agar berwaspada terhadap apa yang kita alami dalam hidup kita.

 

Semakin berat apa yang anda alami, biarlah iman Anda menjadi semakin kuat di dalam Yesus!

 

Artikel oleh: December 25, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Matthew (Renungan Alkitabiah dari Injil Matius)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda