Berharap Pada Allah

Berharap pada Tuhan

“Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!” (Mikha 7 : 7)

 

Sungguh mengerikan berada dalam kondisi kemerosotan akhlak. Pertama,  orang benar sulit ditemukan. Begitu sulit menemukan orang benar sampai diumpamakan seperti sulitnya mencari buah saat musim panen sudah berlalu (ayat 1). Kebohongan dan tipu daya sudah menjadi gaya hidup, orang yang memiliki integritas dan hati yang tulus hampir musnah (ayat 2). Kedua, kejahatan merajalela di mana-mana. Bahkan diperparah karena hukum, penguasa, dan hakim bekerja sama untuk keuntungan pribadi (ayat 3). Ini artinya rakyat yang mengalami kejahatan tidak lagi mempunyai harapan untuk mendapatkan keadilan dan keamanan. Ketiga, teman tidak lagi dapat dipercaya, bahkan istri atau suami sendiri pun tidak bisa saling percaya lagi (ayat 5). Hubungan keluarga rusak, penuh kebencian dan permusuhan di antara anggota keluarga (ayat 6).

Kondisi serupa sebenarnya juga kita alami pada masa sekarang ini. Buktinya adalah kalau kita membeli barang di toko, misalnya. Kita dapat tertipu dengan mudah apabila kita tidak tahu harga pasaran. Kita tidak lagi merasa aman di tempat umum atau di jalan karena banyaknya aksi kejahatan. Demikian juga dengan lemahnya penegakan hukum di negeri ini. Tingkat kejahatan KKN saat ini diperkirakan lebih tinggi dibandingkan zaman orde baru. Hukum justru dimanfaatkan oleh para penegak hukum untuk menambah penghasilan. Belum lagi kalau kita mendengar berita atau membaca di surat kabar mengenai anak yang membunuh ibunya sendiri, atau menantu yang menembak mertuanya.

Dalam kondisi yang demikian parah, kita menemukan teladan yang luar biasa dalam iman Mikha. Mikha tidak putus asa atau mengeluh setiap hari. Mikha tidak pesimis dan kehilangan pengharapan dalam hidup. Mikha justru berseru kepada Allah. Dia percaya dan berharap penuh kepada Allah (ayat 7). Mari kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah di tengah kesulitan hidup, kita dapat memulai hari dengan harapan yang teguh pada Allah yang menyelamatkan kita?

 

Tetaplah berharap hanya kepada Tuhan!

 

Artikel oleh: November 9, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Micah (Renungan Alkitabiah dari Kitab Mikah)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda