Pokok Keselamatan

Pokok Keselamatan

“Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel” (Keluaran 25:22).

 

Allah menetapkan untuk berbicara kepada Musa setelah tabut perjanjian dibuat. Firman disampaikan tepat di atas tutup pendamaian dan di antara kedua kerub. Replika kemuliaan Tuhan ini adalah perlambang bahwa di kemudian hari Yesus akan datang sebagai penggenap dan Dia akan masuk ke dalam tempat maha kudus tersebut dengan membawa darah-Nya sendiri.  Perhatikan bahwa Allah memberikan instruksi ini kepada Musa. Ini menunjukkan bahwa ide dan gagasan keselamatan itu berasal dari Allah, bukannya manusia.  Keselamatan ini sebenarnya telah direncanakan Allah ketika manusia mula-mula jatuh di dalam dosa dan Allah memberikan pakaian kulit binatang kepada mereka (Kejadian 3:21).

Kata “tabut” sendiri dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan “ark”. Ada 3 tabut yang semuanya berbicara tentang keselamatan di dalam Alkitab:  Pertama, tabut Nuh (Kejadian 6:14). Dalam Alkitab kita, ‘tabut Nuh’ diterjemahkan dengan ‘bahtera Nuh’. Memang aneh kalau diterjemahkan dengan ‘tabut Nuh’ dalam Alkitab kita. Tetapi yang penting adalah arti bahwa bahtera itu menjadi tempat yang menyelamatkan mereka ketika banjir besar melanda bumi.  Kedua, tabut Musa (Keluaran 2:3-6). Dalam ayat ini dikatakan bahwa Musa diselamatkan dengan peti pandan. Peti itu adalah ‘ark’ dalam bahasa Inggrisnya.  Kita melihat bahwa peti itu menjadi keselamatan bagi Musa. Karena peti itu pula, maka ia lolos dari pembunuhan yang dilakukan oleh penguasa Mesir saat itu.  Ketiga, tabut perjanjian. Dalam pembacaan ini, cara pembuatan tabut perjanjian telah disebutkan. Tabut ini melambangkan takhta Allah di bumi. Sebab Allah berbicara dari atap tutup pendamaian dan di antara kedua kerub.  Ini lambang dari kemuliaan dan kehadiran Tuhan. Dan lebih jelas lagi Allah menyatakan diri-Nya melalui Yesus. Dia adalah pokok keselamatan kita; Allah yang menjelma menjadi manusia.

 

Kalau manusia ingin melihat Allah, maka mereka harus melihat  kepada Yesus dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.

 

Artikel oleh: October 5, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Exodus (Renungan Alkitabiah dari Kitab Keluaran)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda