Menjadi Milik KesayanganNya!

Umat Kesayangan

“Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku” (Keluaran 19 : 1 – 6)

 

Keluarnya bangsa Israel dari Mesir menunjukkan kuasa Tuhan yang luar biasa. Disaat bangsa Israel hidup dalam penderitaan dan keputusasaan, Tuhan bertindak melalui hamba-Nya Musa membawa mereka keluar dari perbudakan kepada kebebasan dan kemerdekaan menuju tanah perjanjian, tanah Kanaan.  Mengenai karya pembebasan inilah yang disampaikan Tuhan kepada Musa untuk disampaikan kepada umat Israel; karya yang mereka lihat sendiri apa yang Tuhan lakukan kepada Mesir bangsa yang memperbudak mereka, bagaimana Tuhan telah mendukung mereka di atas sayap rajawali dan membawa mereka kepada-Nya. Dari umat Israel, Tuhan menuntut untuk sungguh-sungguh mendengarkan firman-Nya dan berpegang pada perjanjianNya. Dengan hidup demikian umat Israel akan menjadi harta kesayangan Tuhan dari antara segala bangsa dan mereka menjadi kerajaan iman dan bangsa yang kudus bagi Tuhan.

Sebagaimana umat Israel dibawa keluar oleh Tuhan dengan perbuatan-perbuatan yang besar, demikianlah kita orang-orang percaya dibebaskan dari perbudakan dosa dan kuasa kematian oleh karya-Nya yang ajaib di dalam diri Tuhan Yesus Kristus yang menderita, mati di salib, turun ke dalam kerajaan maut dan bangkit pada hari yang ketiga. Karya Tuhan di dalam diri Yesus Kristus  kita telah diangkat menjadi anak-anakNya dan menjadi pewaris di dalam kerajaanNya.

Sebagai anak-anak Allah, tentu saja kita menginginkan supaya kita menjadi harta kesayangan-Nya. Untuk menjadi harta kesayangan Tuhan kita harus menunjukkan hidup yang taat dan setia kepada-Nya dengan sungguh-sungguh mendengar firman-Nya dan berpegang pada perjanjian-Nya. Firman Tuhan harus menjadi pelita dan terang dalam perjalanan hidup yang kita lalui (Mzm.119:105), kita menjadi pelaku firman Tuhan (Mat.7:24-27), kesukaan kita adalah taurat Tuhan dan merenungkannya siang dan malam (Mzm.1:2); artinya firman-Nya menjadi menu utama dalam kehidupan kita (bnd. Luk.4:4).

 

Menu utama orang yang menjadikan Allah berkuasa dalam kehidupannya, yakni Firman Tuhan!

Artikel oleh: September 26, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Exodus (Renungan Alkitabiah dari Kitab Keluaran)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda