Tuhan Yang Memulihkan

Tuhan Memulihkan

“Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku akan memulihkan keadaan kemah-kemah Yakub, dan akan mengasihani tempat-tempat tinggalnya, kota itu akan dibangun kembali di atas reruntuhannya, dan puri itu akan berdiri di tempatnya yang asli”. (Yeremia 30:18)

 

Tidak ada pemimpin yang dapat diharapkan untuk memulihkan harkat dan martabat bangsa Israel sebagai negara berdaulat yang diberkati Allah. Mereka  tak dapat berbuat apa-apa sebab berada dalam jajahan bangsa Babel. Semua terjadi karena mereka melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, karena lebih suka hidup dalam penyembahan berhala, melakukan perbuatan amoral dan lebih mempercayai nubuat nabi palsu daripada mempercayai Allah Yahweh.

Bangsa Israel tidak mungkin bangkit dengan kekuatannya sendiri. Allah dengan jelas mengatakan bahwa ‘akan datang waktunya’ (3). Penderitaan dan kegentaran akan berakhir jika Allah sendiri yang mengadakan pembaharuan. Artinya pembaharuan itu adalah anugerah Allah sebab mereka adalah bangsa yang berdosa (11). Pembaharuan yang dilakukan Allah adalah pembaharuan yang sejati sebab tujuan utama pembaharuan-Nya bukanlah sekadar membebaskan bangsa Yehuda dari jajahan bangsa lain (8, 9) ataupun memberikan kehidupan yang tenang dan aman (10). Tujuan utama pembaharuan Allah adalah agar umat Israel kembali beribadah kepada Allah (9). Arah pembaharuan sejati adalah mengembalikan manusia ke dalam hubungan yang benar dengan Allah yaitu manusia yang menyembah, memuliakan dan mentaati kehendak-Nya.

Janji pemulihan Allah merupakan kabar baik yang membawa sukacita pengharapan kepada kita; karena Allah sejatinya tidak pernah meninggalkan kita. Tanpa campur tangan Allah, kita akan selamanya hidup dalam permusuhan, sakit penyakit, kesalahan dan mustahil dapat membangun masa depan kita. Namun oleh anugerah Allah, dalam kesetiaanNya, kita mengalami pemulihan-Nya. Waktu Tuhan untuk bertindak membaharui hidup manusia adalah satu kepastian yang tidak perlu diragukan.  Untuk itu, mari kita memberi diri untuk melakukan apa yang dikehendaki Allah sampai Tuhan datang kembali dalam kemuliaan-Nya.

 

Lebih dari siapa pun, Allah adalah Bapa yang baik, yang janji-Nya teguh, sehingga kita dapat sungguh mempercayai setiap firman-Nya.  

 

Artikel oleh: July 28, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitabiah dari Kitab Yeremia)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda