Carilah Telinga Allah!

Telinga

“Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku”. (Yeremia 20 : 7)

 

Yeremia sebagai nabi merasa bahwa tugas pengutusannya terlalu berat. Banyak orang menginginkan kejatuhannya, bahkan sahabat-sahabat pun mengintai dia. Begitu berat beban yang diterima, sampai ia menyampaikan protes kepada Allah. Ia merasa sudah dibujuk Tuhan, sehingga tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Tetapi di lain pihak, ia sangat yakin akan pendampingan Allah. “Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah” (Ay 11). Tidak hanya itu, ia bahkan mengajak orang lain untuk memuji Tuhan sebelum Tuhan sendiri bertindak.

Puncak keluhan Yeremia terjadi ketika ia mengharapkan ibunya melakukan aborsi saat ia masih dalam kandungan dan menyesali mengapa ia keluar dari kandungan ibunya hidup-hidup.  Namun demikian dari keluhan-keluhan Yeremia kita bisa mendapatkan dua pengajaran.

Pertama, segala sesuatu yang dikeluhkan berdasarkan kenyataan. Dia sungguh-sungguh kesakitan dan didera berbagai kesulitan. Bila dibandingkan dengan kehidupan Yeremia, kehidupan kita bagaikan kebun bunga mawar.  Seandainya kita berada dalam posisi Yeremia, kita pun pasti melakukan apa yang ia lakukan.  Yeremia memberikan teladan yang indah buat kita yaitu meskipun banyak mengeluh karena sering mengalami depresi dan tekanan mental, ia tetap setia kepada Allah. Ia tetap memberitakan firman-Nya meskipun ia tahu bahwa mereka tidak akan mendengarkan, bahkan akan semakin mengalami kesulitan dan kesakitan. Yeremia tetap berkomitmen kepada Allah walaupun masalah menggunung.

Kedua, ketika Yeremia mengeluh, Allah mendengarkan. Allah tidak menjadi marah atau kehilangan kesabaran sehingga menganggap sepi keluhannya.

Dengan melihat situasi dan kondisi bangsa kita saat ini, bisa berpotensi untuk menyebabkan orang Kristen mengalami apa yang dialami oleh Yeremia. Karena itu, ketika kita mengalami kepedihan dan kesakitan, carilah telinga Allah. Ketika sesama kita yang mengalami kepedihan dan kesakitan, jadilah telinga Allah bagi mereka.

 

Hanya Tuhan satu-satunya tempat pertolongan kita, ketika menghadapi kesukaran dan kepedihan hidup.

 

Artikel oleh: July 13, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitabiah dari Kitab Yeremia)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda