Sampai Maut Memisahkan!

Sampai Maut Memisahkan Kita

“Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta.  Sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang  memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.” (Kidung Agung 8 : 7)

 

Seseorang disebut setia bila komitmennya telah teruji oleh waktu, integritas hidupnya tak tergoyahkan oleh harta, dan pendiriannya tetap teguh saat melewati berbagai proses kehidupan. Seseorang disebut setia terhadap pasangan bila ia sudah melewati berbagai proses kehidupan.

Kitab ini ditutup dengan gambaran cinta sejati yang terus membara sampai maut memisahkan keduanya. Cinta sejati sanggup mengalahkan segala godaan. Ungkapan “cinta kuat seperti maut” (8:6) berarti cinta sejati merupakan perekat yang mempersatukan sepasti hadirnya kematian dalam kehidupan manusia. Cinta sejati adalah cinta yang dikobarkan Allah pada suami istri yang Dia berkati. Cinta demikian akan langgeng karena Tuhanlah yang mempersatukan dua pribadi yang berbeda. Cinta sejati adalah cinta dengan kecemburuan yang kudus (kegairahan, 8:6), artinya tidak ada tempat bagi orang lain untuk masuk dalam rumah tangga mereka karena pasangannya adalah pilihan dan anugerah Tuhan. Cinta sejati tidak dapat dibeli atau ditukar dengan harta benda (8:7). Usaha raja Salomo untuk membeli cinta mempelai perempuan dengan segala kemewahan istananya berakhir dengan kegagalan. Cinta sejati tidak mungkin dipadamkan, termasuk oleh permasalahan hidup yang berat (8:7). Cinta sejati mampu menghadapi ujian terberat.

Janji setia yang pernah Anda ucapkan kepada pasangan Anda di hadapan Tuhan di gereja disaksikan oleh hamba Tuhan, kedua belah pihak orang tua, dan seluruh jemaat.  Saat itu, Anda berjanji untuk mengasihi pasangan dalam segala keadaan. Bila pernikahan Anda tidak diberkati di gereja, pasti Anda juga bertekad untuk setia kepada pasangan Anda.

 

Kapan kesetiaan itu berakhir? “Sampai maut memisahkan kita.”

 

Artikel oleh: June 20, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Song of Solomon (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kidung Agung)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda