Ingatlah Pencipta!

Ingat Pencipta

Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!” (Pengkhotbah 12 : 1)

 

Dengan tegas Pengkhotbah mengatakan kepada kita supaya sebagai orang percaya kita harus selalu ingat akan Tuhan. “Ingatlah akan Penciptamu” merupakan perintah, bukan hanya permintaan ataupun sekedar slogan. “Ingat” berarti Dia menyuruh kita untuk melakukan yang jauh lebih mendasar, yaitu dengan menjadikan Allah sebagai Pencipta kita dasar kehidupan orang yang percaya.  Segala sesuatu dibangun berdasarkan Dia dan untuk kesenangan-Nya. Bagaimana caranya kita menjadikan Allah sebagai dasar kehidupan kita?  Yaitu dengan memperhatikan segala firman yang diajarkan-Nya dalam Alkitab. Kita harus mengakui bahwa Alkitab adalah Firman Allah dan Firman itulah yang memberitahukan kepada kita tentang Allah sehingga kita mengerti kehendak dan rencana Allah dalam hidup kita.

Kita harus mengingat Pencipta kita karena untuk itulah kita diciptakan dan karena Dialah Pencipta kita satu-satunya.  Kita bukanlah asal jadi saja tanpa ada Oknum yang berkehendak menciptakan kita. Kita bukanlah seperti pernyataan dari teori evolusi Darwin bahwa kita berasal dari kera. Kita diciptakan oleh Allah bukan tanpa sebab, tetapi supaya kita membina hubungan dengan Dia sang Pencipta.  Jika kita membeli sebuah peralatan yang berharga, biasanya yang paling baik adalah kita harus membaca dahulu instruksi-instruksi pembuatnya dan mengoperasikannya sesuai dengan instruksi-instruksi tersebut. Kita tidak dapat mengeluh bahwa mesin cuci itu tidak bisa membersihkan pakaian kita jika kita tidak merendamnya di dalam mesin cuci itu. Kita tidak bisa mengharapkan mesin itu mencapai tujuan sesuai dengan fungsinya jika kita tidak memperhatikan dan melakukan petunjuknya. Begitu juga hidup dalam hubungan kita dengan Allah.

Akhir dari kitab ini dan merupakan kesimpulan dari segala yang telah dituliskan adalah: “Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat” (ay 13-14).

 

Tidak ada cara yang tepat dan lebih baik terhadap arti dan pemenuhan dan kesenangan dalam hidup itu selain menaati Allah dan hidup dalam pusat kehendak Allah.

 

Artikel oleh: June 13, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Ecclesiastes (Renungan Alkitabiah dari Kitab Pengkhotbah)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda