Proses Tuhan

Proses Tuhan

“Oleh sebab itu aku menganggap orang-orang mati, yang sudah lama meninggal, lebih bahagia dari pada orang-orang hidup, yang sekarang masih hidup”. (Pengkhotbah 4 : 2)

 

Orang-orang yang berkuasa, pemerintah yang otoriter dan totaliter mempunyai suatu sejarah panjang dan tidak terhormat sebagai penyebab perpecahan dalam masyarakat dan keluarga. Dimana saja mereka mengulurkan tangan, kesepian dan penderitaan meningkat, sedangkan kedamaian dan kebahagiaan hilang. Melalui aturan main dan kekejaman mereka, orang terpisah satu dengan yang lain, jauh dari orang yang dicintai dan terisolasi dalam kesepian yang mendalam.

Kekejaman Rezim Nazi dari masa perang yang lalu merupakan ilusi menonjol dan menyakitkan tentang praktek kekuasaan yang salah dan tak berperikemanusiaan. Kaum Yahudi pada mulanya digiring ke dalam perkampungan-perkampungan, seperti hewan, dan walaupun hal ini menyebabkan kaum Yahudi saling berdekatan satu sama lain, kesepian sudah mulai terjadi. Mereka dipisahkan dari lingkungan yang ramah dan dari kerabat-kerabatnya. Perlahan-lahan isolasi ditingkatkan pada saat siaran radio ditiadakan dan surat kabar dilarang beredar.  Tetapi kemudian tiba saat pemukiman paksa dan teror paling akhir yaitu konsentrasi dimana bahkan anak-anak kecil pun direbut dari pelukan ibunya. Kesepian turun seperti hitamnya malam tak berbintang.

Mengingat kenyataan hidup, dimana para penguasa yang tak mengenal Tuhan bertindak dengan kejam dan tanpa kasih, maka Pengkhotbah tidak melihat adanya pilihan lain kecuali keputusasaan. Bagi Pengkhotbah sendiri, orang yang berbahagia adalah orang yang sudah meninggal ataupun mereka yang belum dilahirkan!  Mungkin, karena orang yang sudah meninggal, tidak lagi merasakan pahitnya hidup ini, demikian juga orang yang belum lahir, belum mengecap romantika kehidupan yang terjadi dibawah matahari.

Apakah kita harus menyesali kehidupan ini?  Tentunya tidak!  Sebagai orang percaya, kita meyakini bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita ini adalah atas seijin Tuhan dan merupakan proses Tuhan untuk membawa kita lebih mendekat kepada Tuhan.  Dengan sangat luar biasa, Rasul Paulus bersaksi bahwa penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan atau bahaya ataupun pedang, tidak akan memisahkan dirinya dari kasih Kristus (Rom 8 : 35).  Bagaimana dengan Saudara?

 

Jalani proses Tuhan dengen penuh ketabahan, nicsaya akan indah pada waktunya!

 

Artikel oleh: May 17, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Ecclesiastes (Renungan Alkitabiah dari Kitab Pengkhotbah)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda