Menderita Karena Benar

Menderita Karena Benar

“Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar” (1 Petrus 3 : 14)

 

Pada umumnya tidak ada seorang pun yang mau menderita. Yang dicari tentu saja yang sebaliknya, yaitu “kebahagiaan”!  Penderitaan, bukanlah sesuatu yang nyaman. Penderitaan, bukanlah sesuatu yang mengenakkan. Terhadapnya, komentar kita pun mungkin bernada sama: “Amit-amit, jangan sampai mengenai kita, sebab mendengar namanya saja sudah tak mengundang selera!”.

Tapi alangkah terkejutnya kita, bahwa dari ayat 14 pembacaan kita ini ternyata terdapat juga jenis penderitaan dalam kehidupan orang percaya yang membawa kebahagiaan! Penderitaan macam apa itu? Menurut nas ini yaitu menderita karena berbuat “kebenaran”! Bukan menderita karena dosa, atau menderita karena hukuman Tuhan seperti kebanyakan orang fahami.  Memang, apa pun di dunia ini pasti ada resikonya., termasuk mengalami penderitaan. Itulah sebabnya, orang semakin enggan mengatakan dan melakukan yang benar. Merasa lebih aman jika menyembunyikan kebenaran. Namun penderitaan karena kebenaran seperti  ini berujung pada kebahagiaan.  Penderitaan hanyalah sebuah proses atau sebuah jembatan yang menghantar seseorang pada kebahagiaan, walau pun proses penderitaan itu memang tidaklah mengenakkan.

Orang-orang Kristen yang menyadari hakikatnya sebagai pengikut Kristus adalah orang-orang Kristen yang mampu mempersepsikan dirinya dalam pengabdian dan pelayanannya di tengah-tengah dunia di mana ia hadir di dalamnya.  Orang Kristen yang tidak mau berbuat kebenaran karena takut menderita adalah orang-oramg Kristen yang telah kehilangan kesadaran akan panggilannya di tengah-tengah dunia di mana ia ditempatkan.  Tugas orang Kristen atau gereja bukan sekedar nikmat-nikmat rohani saja; atau penjaja doa dan mujizat, pengusir penderitaan yang sementara semata! Kalau hanya itu, maka akan menjadi orang Kristen yang pincang dan mandul secara rohani.

Melakukan kebenaran dengan resiko penderitaan hanya dapat dikenakan oleh orang-orang Kristen yang sungguhan; bukan yang tiruan. Dan selanjutnya, kebahagiaan yang sesungguhnya akan diberikan oleh Allah sendiri secara absolut tak meragukan, tanpa rekayasa apalagi kekeliruan! Apakah anda juga termasuk hitungan?

Menderita karena kebenaran adalah mulia dan  Alkitabiah!

 

Artikel oleh: April 19, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Peter (Renungan Alkitab dari Surat Petrus)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda