Iman vs Perbuatan

“Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” (Yakobus 2 : 17)

Iman vs Perbuatan

 

Apakah Saudara seorang Kristen yang beriman?  Ini menjadi pertanyaan yang penting sebab ada juga orang yang mengatakan dirinya Kristen tetapi tidak memiliki iman kepada Yesus Kristus. Apakah iman itu?  Iman adalah kepercayaan kita kepada Kristus yang sudah menyelamatkan kita dan keyakinan kita akan kuasa Allah yang nyata dalam hidup kita.  Namun, sebagai orang Kristen yang sejati, tidak cukup kita hanya beriman saja, tetapi iman itu harus dinyatakan melalui perbuatan kita, sebab iman seseorang hanya dapat dinilai dari ketaatannya akan Firman Allah melalui perbuatannya.

Iman dan perbuatan adalah dua serangkai yang tidak dapat dipisahkan.  Ada cukup banyak orang mengaku dan menganggap dirinya beriman tetapi tingkah-lakunya tidak mencerminkan bahwa ia orang beriman.  Iman tidak dapat dilihat dari ucapan mulut semata, tetapi perlu dibuktikan melalui perbuatannya.  Tuhan Yesus berkata, “Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga” (Mat 7:21).  Orang yang beriman pasti akan selalu berseru kepada Tuhan, tetapi seruan atau doa tidak cukup jika kita tidak menaati Firman Tuhan yang tercermin melalui perbuatan kita.

Jadi, untuk menjadi orang Kristen yang sejati maka kita harus menunjukkan bukti dari iman kita melalui perbuatan baik.   Yakobus memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari dimana mengucapkan selamat jalan atau selamat makan adalah omong kosong dan basa basi belaka, kalau orang yang untuk siapa ucapan itu ditujukan tidak mempunyai makanan ataupun uang dan kita tidak memberikan pertolongan kepada orang itu, padahal kita mampu untuk menolongnya.  Tanyakan dalam dirimu, apakah saya pantas atau layak disebut orang beriman sedangkan saya tidak mau berbuat baik kepada sesama yang membutuhkan pertolongan?  Apakah saya layak mengklaim diri memiliki iman padahal saya tidak menaati Firman-Nya; padahal saya hanya berbuat sesuka hati saya sendiri?

 

Iman yang sejati bukan saja diucapkan tetapi harus dibuktikan melalui ketaatan, yaitu dengan membuahkan perbuatan-perbuatan baik.

 

Artikel oleh: April 5, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from James (Renungan Alkitabiah dar Kitab Yakobus)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda