Roh Yang Mempersatukan

“Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allahm mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup” (Kisah Para Rasul 11:1-18)

Roh Yang Mempersatukan

             Kita hidup dalam suatu masyarakat yang terkotak-kotak berdasarkan suku, agama, atau apa saja yang sesuai dengan kepentingan kita atau kelompok kita. Dalam kehidupan sosial yang terkotak-kotak seperti itu, tiap anggota kelompok harus taat kepada aturan-aturan menurut kehidupan sosial itu. Pola kehidupan seperti inilah yang terjadi di zaman jemaat perdana, di mana orang bersunat dan orang tidak bersunat dilarang berinteraksi di luar kelompoknya.

Petrus dianggap telah menyalahi aturan tersebut, ketika ia pergi, hidup, dan tinggal, serta melakukan pelayanan di antara kelompok tak bersunat (ayat 2). Sebagian jemaat Yahudi, yang adalah kelompok bersunat mempersalahkan Petrus atas perbuatannya itu karena telah melanggar aturan sosial di kalangan jemaat perdana. Petrus yang ingin mempertanggungjawabkan pelayanannya kepada mereka menyatakan bahwa pelayanan itu terjadi bukan karena keinginannya, melainkan terjadi karena pekerjaan Roh Kudus (ayat 5-7). Penceritaan ulang Petrus tentang apa yang terjadi menegaskan peran Roh Kudus dalam mengubah pandangan yang sudah terkotak-kotak dan kaku tersebut (ayat 8-10). Juga mengubah hati mereka yang terbelenggu tradisi menjadi hati yang hangat dan penuh kasih melihat petobat-petobat baru, tak peduli apa latar belakang mereka (ayat 18). Petrus tak sendirian karena ada rekan-rekan bersunat yang menjadi saksi pekerjaan Roh Kudus yang membaptis orang-orang tidak bersunat itu (ayat 12).

Pekerjaan memulihkan relasi antar manusia adalah pekerjaan yang tidak mudah, kalau tidak dapat dikatakan mustahil. Namun Kisah Para Rasul mengajar kita bahwa pemulihan itu adalah pekerjaan Roh Kudus di dalam gereja dan dunia ini.  Pekerjaan itu dimulai dengan pemulihan relasi manusia dengan Tuhan lewat pertobatan dan lahir baru. Kemudian dilanjutkan dengan penerimaan ke dalam lingkup persaudaraan seiman di dalam gereja.

 

Tugas gereja dan tugas kita adalah menerima tanpa membeda-bedakan. Ingat, kita pun diterima Tuhan apa adanya!

Artikel oleh: March 25, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Acts (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kisah Para Rasul)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda