Peganglah JanjiNya!

Peganglah

“Bagaimanakah aku menyerapah yang tidak diserapah Allah? Bagaimanakah aku mengutuk yang tidak dikutuk Tuhan?” (Bilangan 23 : 8)

 

Dari sanjak Bileam ini dapat kita tarik pelajaran yang seringkali menjadi pertanyaan bagi orang Kristen, dapatkah orang Kristen kena kutuk? Di sini Bileam menyatakan, bahwa Israel itu diberkati oleh Allah, artinya Israel beriman kepada Allah, sehingga mereka diberkati Allah. Orang yang beriman teguh, tidak akan mempan dikutuk. Terbukti Bileam tidak dapat mengutuk bangsa Israel; justru Bileam yang mendapat teguran keras dari Allah akibat perbuatannya itu.

Ada orang Kristen yang berkata pernah dikutuk orang, bahkan oleh orang tuanya sendiri. Menjadi pertanyaan adalah, apakah kita mempunyai iman? Jika kita beriman, kutuk yang bagaikan panah berapi itu tidak akan menembus kita. Bila orangtuanya mengutuk karena terbawa emosi semata, bukan karena dia berbuat salah, dia tidak perlu takut bila dia beriman. Kecuali bila berbuat kesalahan, sehingga orangtuanya marah besar sampai dia dikutuk, maka dianjurkan untuk segera meminta ampun kepada Tuhan agar terbebas dari kutuk.

Dalam ayat 18–20, merupakan pengakuan Bileam yang merupakan penyegar bagi kita yang selama ini dicengkam kecemasan akan kutuk yang pernah dilontarkan terhadap kita. Tujuan awal Bileam adalah mengutuk bangsa Israel sesuai pesanan Balak, namun dalam prakteknya Bileam tidak mengutuki, justru malah memberkati bangsa Israel. Ini semua dapat terjadi karena Tuhan membubuhi mulut Bileam dengan FirmanNya, sehingga berkat yang keluar dari mulutnya.  Tuhan dapat membalik kutuk menjadi berkat, karena Dia Mahakuasa. Namun, manusia sama sekali tidak berdaya mengubah hal yang telah digariskan oleh Tuhan. Manusia sama sekali tidak dapat membalik berkat Tuhan menjadi kutuk.

Allah telah berjanji akan memberkati kita, anak-anak yang dikasihi-Nya. Maka peganglah janji  Allah itu. Namun jangan kita lupa, janji itu berlaku jika kita hidup sebagai anak-anak Tuhan yang benar di hadapan-Nya. Berarti kita perlu memeriksa hidup kita: jika jalan hidup kita sudah menyimpang, cepatlah kembali melangkah di jalan yang telah ditentukan-Nya.

 

Janji Allah itu ya dan amin, tidak akan ditarik atau diingkari olehNya. Jadi percayalah padaNya!

 

Artikel oleh: February 7, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Number (Renungan Alkitab dari Kitab Bilangan)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda