Hargailah Hamba Tuhan!

Hargailah Hamba Tuhan

“TUHAN berfirman kepada Musa: Kembalikanlah tongkat Harun ke hadapan tabut hukum untuk disimpan menjadi tanda bagi orang-orang durhaka, sehingga engkau mengakhiri sungut-sungut mereka …” (Bilangan 17:10)

 

Peristiwa dalam pasal ini dilatarbelakangi dengan pemberontakan yang dilakukan oleh Korah, Datan dan Abiram karena iri hati akan jabatan pemimpin rohani dari Musa dan Harun. Mereka menganggap Musa dan Harun mengangkat diri sendiri sebagai pemimpin dan imam, dan mereka menilai Musa dan Harun tidak berhasil membawa umat ke tanah perjanjian, hanya berputar-putar di padang gurun. Untuk masalah tersebut Tuhan sudah menyelesaikan dan menghukum orang-orang yang bersalah dipandangan Tuhan.

Ternyata masih ada orang-orang yang tidak memahami maksud Tuhan dan masih meragukan kepemimpinan Musa dan Harun yang berasal dari suku Lewi. Mereka mempertanyakan mengapa pemimpin harus dari suku Lewi, mengapa bukan suku lain yang “notabene” lebih cocok menjadi pemimpin politik? Mereka memerlukan konfirmasi dari Tuhan sekali lagi, bahwa Musa dan Harun lah yang ditunjuk Tuhan menjadi pemimpin umat, bukan yang lainnya.

Pada zaman itu, tongkat berguna untuk berpergian dan juga untuk menggembalakan. Selain itu, tongkat juga menandakan identitas seseorang dan melambangkan kuasa atau wibawa. Tongkat Harun yang mewakili suku Lewi telah berbunga, bahkan berbuah (buah Badam). Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan bukan sekedar mengakui kepemimpinan suku Lewi, tetapi juga memberkati dan menaungi dengan kuasa-Nya yang luar biasa. Bahkan tongkat itu harus disimpan supaya dikenang sepanjang masa oleh generasi selanjutnya.

Allah sudah memberikan bukti yang lebih dari cukup; masalahnya adalah kurangnya keinginan manusia untuk menerima kehendak yang telah Dia nyatakan dengan jelas.  Kita pun harus belajar menunjukkan sikap hormat dan ketundukan yang benar terhadap para pemimpin gereja.  Sebab, Hamba Tuhan adalah orang yang Tuhan pilih untuk melayani Dia. Otoritas Tuhan pun disertakan dengan pilihan itu. Maka orang yang mempertanyakan otoritas seorang hamba Tuhan, berarti meragukan Tuhan yang telah mengaruniakan otoritas itu.

Hargailah hamba Tuhan yang telah dipilih dan ditentukanNya; jangan biasakan mencela mereka!

 

Artikel oleh: January 29, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Number (Renungan Alkitab dari Kitab Bilangan)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda