Berkat Kasih Karunia

Berkat Kasih karunia

“TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera” (Bilangan 6 : 26)

 

Sejak penciptaan manusia, Allah sudah menyatakan diri sebagai Allah yang memberkati umat-Nya (Kejadian 1:27-28).  Berkat bagi seluruh kaum di muka bumi ini direalisasikan dengan diberikan-Nya Yesus Kristus untuk mati menebus dosa manusia. Berkat keselamatan tersebut diberikan semata-mata karena anugerah Allah, bukan karena kita layak menerimanya.

Setiap kita rindu diberkati oleh Tuhan. Namun, banyak orang Kristen keliru memahami berkat Tuhan tersebut. Untuk menghindari pemahaman yang salah, apa yang dapat dipakai sebagai tolok ukur untuk mengetahui seseorang diberkati atau tidak diberkati oleh Tuhan? Seringkali yang dipakai sebagai tolok ukur berkat adalah kesehatan, kesuksesan, dan kekayaan. Namun, firman Tuhan justru tidak menyebutkan atau membenarkan salah satu dari ketiga hal tersebut.  Berkat Tuhan adalah penyertaan dan perkenanan-Nya. Apakah artinya memiliki kesehatan prima, kesuksesan berbisnis dan kekayaan melimpah bila Tuhan tidak berada di pihak kita dan beserta dengan kita? Bagi Musa yang diberkati Tuhan, penyertaan dan perkenanan Tuhan atas dirinya ketika dia ditunjuk untuk memimpin bangsa Israel menuju ke tanah perjanjian sudah cukup baginya. Kehadiran Tuhan sebagai gembalanya selalu cukup bagi Daud, baik pada saat tenang maupun pada saat ia melewati lembah kekelaman. Bagi Paulus, sukacitanya tidak dibatasi oleh materi, tembok-tembok penjara, dan kesehatannya.

Banyak orang Kristen masa kini yang menganggap dan mengkotak-kotakkan berkat Tuhan sebatas pemenuhan kebutuhan “perut dan gengsi”. Pengaruh paham materialisme telah membungkam kepercayaan iman kita. Akibatnya kita dibelenggu oleh paham bahwa kita kini hidup di zaman yang serba bergantung pada materi. Tuhan hanya dianggap ada bila kebutuhan materi terpenuhi. Itu yang perlu diluruskan!  Pernahkah kita bertanya: “mengapa hingga saat ini aku masih bernafas? Darimanakah nafas itu aku peroleh?”

Berkat paling berharga di dunia ini bukanlah berkat materi, melainkan berkat keselamatan. Berkat materi bisa lenyap sewaktu-waktu, tetapi berkat keselamatan bersifat kekal.

 

Berkat keselamatan merupakan jaminan pemeliharaan Allah atas hidup kita saat ini dan bagi semua orang di dunia ini.

 

Artikel oleh: January 18, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Number (Renungan Alkitab dari Kitab Bilangan)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda