Nantikanlah Tuhan!

Menantikan Tuhan

“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan  baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40 : 31)

 

Adalah wajar jika kita mengharapkan yang baik di masa depan. Setiap kali kita memasuki tahun yang baru, kita berharap bahwa tahun itu akan lebih baik dari tahun yang lalu. Khotbah-khotbah tahun baru yang disampaikan pun selalu berisi pengharapan mengenai sesuatu yang baik. Tetapi, bagaimana jika yang terjadi di tahun yang baru tidak seperti apa yang kita harapkan? Kita boleh berharap untuk melihat dan mengalami hal-hal yang baik, tetapi kita juga harus siap sedia menghadapi berbagai kemungkinan buruk yang tidak pernah kita harapkan.

Apakah kita siap ketika  usaha mengalami kerugian atau bahkan kebangkrutan? Roda kehidupan akan terus berputar, terkadang kita mengalami kelancaran dan keberuntungan dalam usaha, tetapi terkadang kita juga bisa mengalami kerugian. Kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi esok dan apa yang akan Tuhan izinkan untuk kita alami. Tidak selamanya apa yang kita harapkan itu yang akan terjadi. Terkadang apa yang tidak pernah terlintas dalam benak kita, justru itulah yang terjadi.

Apakah kita siap ketika Tuhan mengijinkan penyakit datang  dan apakah kita siap ketika menghadapi hal yang tidak kita inginkan terjadi, misalnya kedukaan menimpa kita? Kita sering mengharapkan yang terbaik itu lah yang terjadi dalam kehidupan kita.  Namun kita lupa bahwa sebagai anak Tuhan, seharusnya kita juga harus siap sedia mengalami hal-hal yang tidak kita inginkan seperti diatas.

Nantikan dan harapkanlah Tuhan senantiasa. FirmanNya berkata bahwa orang-orang tang menanti-nanatikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru. Jangan takut mengenai apa yang ada di hadapan kita. Tangan Tuhan yang kuat akan menuntun kita melalui badai, bahkan mengangkat kita naik terbang bagaikan rajawali.

 

Tuhan tidak selalu menjanjikan jalan yang mulus, tetapi ketika kita melalui jalan berbatu, Ia menggendong kita

Artikel oleh: January 11, 2015   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Isaiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yesaya)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda