Pengharapan Yang Mulia

Pengharapan Yang Mulia

“Bumi berkabung dan layu, ya, dunia merana dan layu.” (Yesaya 24 : 4)

 

Apakah kita percaya bahwa Allah berkuasa atas alam semesta ini? Bila ya, maka kita perlu meninjau kembali hukum-hukum alam yang berlaku atas alam semesta ini. Kita harus mengakui adanya kemungkinan bahwa hukum-hukum alam yang kita terapkan keliru. Bila Allah berkuasa atas alam semesta ini, maka apa yang terjadi di bumi ini bukan hanya merupakan serangkaian kebetulan, melainkan merupakan hasil rancangan Allah.

Nubuat akhir zaman dalam perikop ini yakni tentang bumi yang akan menjadi hancur dan porak-poranda tentu saja merupakan sesuatu yang tidak masuk akal bagi orang-orang pada masa lampau. Bagi pendengar pada masa itu mungkin saja mencibirkan berita nubuatan ini karena tidak masuk dalam logika manusia.  Akan tetapi, kerusakan lingkungan dan berbagai bencana alam yang terjadi pada masa kini membuat kita menyadari bahwa kehancuran bumi ini merupakan sesuatu yang masuk akal. Dari satu sisi, perilaku manusia berdosa yang mengutamakan kesenangan dan kenyamanan telah mempercepat kerusakan lingkungan (24:5). Dari sisi lain, kehancuran bumi pasti terjadi karena hal itu merupakan rencana Allah. Sekalipun demikian, orang beriman menantikan datangnya bumi baru dan langit baru saat Yesus Kristus memerintah sepenuhnya di bumi ini (bandingkan dengan 24:23 dan dengan Wahyu 21).

Bagi orang beriman, nubuat tentang kehancuran bumi bukanlah sekedar nubuat yang mengerikan, melainkan nubuat yang menimbulkan pengharapan bahwa Allah akan memulihkan semua kemerosotan yang terjadi di bumi ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa dalam nubuat tentang kehancuran bumi ini terdapat pula sorak-sorai nyanyian pujian tentang keadilan Allah (24:16).

 

Di balik penghukuman Allah, terdapat pengharapan tentang pemerintahan Allah yang kekal, dimana semua orang percaya akan menikmati persekutuan yang indah dan mulia bersama Bapa sorgawi.

 

Artikel oleh: December 26, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Isaiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yesaya)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda