Dengarkan FirmanNya!

Dengarkan Firman-Nya

“Masih ada seorang lagi yang dengan perantaraannya dapat diminta petunjuk TUHAN. Tetapi aku membenci dia, sebab tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan malapetaka”. (1 Raja-Raja 22 : 8)

 

Banyak kesempatan yang telah Tuhan berikan dalam hidup Ahab untuk kembali berbalik kepada-Nya, bahkan melalui peringatan nabi-Nya. Namun sayang, kesempatan demi kesempatan yang telah Tuhan berikan, ia abaikan dan biarkan lewat begitu saja. Ahab lebih memilih untuk mendengarkan firman yang sesuai dengan keinginan hatinya, dan membenci nabi yang menyampaikan firman yang memerahkan telinganya. Saat ia memutuskan pergi berperang melawan Ramot Gilead bersama dengan Yosafat, raja Yehuda, mereka bertanya kepada para nabi apa yang menjadi firman Tuhan bagi mereka; terus maju berperang atau membatalkannya. Mayoritas nabi sepakat meramalkan yang baik bagi raja, sementara sebaliknya berbeda dengan nubuat yang disampaikan oleh nabi yang benar, yaitu Mikha bin Yimla. Maka pergilah Ahab dan Yosafat untuk berperang mengikuti suara mayoritas dan mengabaikan peringatan Tuhan melalui nabi-Nya. Atas penentuan Tuhan, seseorang menarik panahnya dan menembak dengan  sembarangan tepat mengenai Ahab. Pada waktu petang Ahab mati secara mengenaskan. Genaplah apa yang difirmankan Tuhan bagi dirinya.

Raja Ahab tidak suka mendengar akan kebenaran. Ia hanya suka mendengarkan hal-hal yang ingin ia dengar; hal-hal yang menyenangkan hatinya. Sama seperti beberapa orang Kristen, mereka pergi ke gereja, hanya ingin untuk mendengarkan khotbah-khotbah yang menghibur dan menyenangkan telinga. Jika pemberita firman menegur mereka akan dosa, tentang keadaan mereka yang suam-suam kuku, mereka akan merasa sangat tidak senang dan segera pindah ke gereja lain.

Tragedi di akhir hidup Ahab yang begitu banyak membuang-buang kesempatan dalam hidupnya biarlah itu menjadi peringatan bagi setiap kita untuk belajar mendengarkan suara Tuhan dan melakukannya sekalipun mungkin itu tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Kecenderungan manusia adalah mendengar apa yang ingin untuk didengar dan melakukan apa yang ingin untuk dilakukan. Namun yang berbahagia adalah yang  mendengar dan melakukan apa yang menjadi suara Tuhan.

 

Dengarkan dan taati firman Tuhan, maka Anda akan hidup.

 

Artikel oleh: December 6, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from 1 Kings  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda