Proses Yang Benar

Proses Yang Benar

“Kata Ahab kepada Elia: “Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?” Jawabnya: “Memang sekarang aku mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN” (1 Raja-Raja 21 : 20)

            Kebun anggur Nabot yang terletak tepat di sebelah istana raja Ahab sungguh terlihat menggiurkan. Oleh karena itulah Ahab meminta kebun itu agar menjadi miliknya. (ay 2). Tapi Nabot menolak, karena tanah itu merupakan pusaka dari nenek moyangnya. (ay 3). Ahab pun merasa kesal dan uring-uringan. Izebel istrinya ternyata bukanlah tipe istri yang baik. Bukannya mengingatkan suaminya agar tidak iri terhadap milik orang lain, ia malah menyarankan cara-cara keji untuk memuaskan keinginan suaminya. Jebakan pun dipasang Izebel hingga Nabot pun menemui ajalnya. (ay 9-14). Tuhan pun kemudian menegur Ahab dengan sangat keras melalui nabi Elia. Ahab dianggap “sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan.” (ay 20). Dan karena itu, hukuman Tuhan pun jatuh atas Ahab dan keluarganya. Perbuatan keji itu merupakan proses yang salah dan sebuah perbuatan yang jahat di mata Tuhan.

Memiliki cita-cita atau keinginan untuk mencapai sebuah hasil yang bagus memang tidak salah. Sangat baik malah apabila kita mau berupaya sungguh-sungguh dengan serius untuk bisa mencapainya. Namun ketika untuk mencapai itu kita mulai menghalalkan segala cara, menipu, mencuri, menyuap dan berbagai bentuk kekejian lainnya yang melanggar hukum, di sanalah masalah mulai muncul. Hasil akhir yang baik tentu menjadi impian semua orang, berhasil menggapai cita-cita dan mendapatkan apa yang kita inginkan itu baik selama prosesnya juga baik.

Kita perlu secara serius melihat langkah demi langkah, keputusan demi keputusan yang kita ambil dalam proses agar tidak satupun dari proses itu yang menjadi sebuah kejahatan di mata Tuhan. Jika itu terjadi, bukan berkat yang kita peroleh tapi malah kutuk. Selain itu kita harus waspada pula, karena “ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” (Amsal 16:25).

 

Jangan hanya melihat hasil saja, namun perhatikanlah baik-baik prosesnya.  Mencapai keberhasilan itu penting, tapi proses untuk mencapainya pun tidak kalah penting

Artikel oleh: December 5, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from 1 Kings  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda