Teladan Yesus

Teladan Yesus

“Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu”. (Yohanes 13 : 15)

 

Sudah tiga tahun murid-muridNya mengikut Yesus dan mendengar pengajaran-Nya bahkan melihat keteladanan-Nya, tetapi hati mereka masih dipenuhi kesombongan, yaitu keinginan untuk menjadi yang terbesar. Oleh karena pertengkaran itulah maka Yesus mengajarkan keteladanan yang penting bagi murid-murid-Nya. Yesus yang insaf bahwa diri-Nya adalah Allah dan Mesias, langsung melakukan suatu tindakan yang mengajarkan pentingnya kerendahan hati kepada  murid-murid-Nya. Ia berlutut dan melayani untuk menyatakan kepada mereka bahwa ia memanggil mereka untuk melayani bukan untuk memerintah atau pun dilayani. Dengan bertindak seperti seorang pelayan, Yesus menegur mereka bahwa tidaklah baik untuk saling berselisih paham hanya karena kesombongan dan ambisi pribadi. Ia memberikan teladan, yaitu teladan kerendahan hati.

Seringkali, bahkan di dalam gereja, kesulitan timbul karena seseorang tidak mendapat tempat yang layak.  Seringkali, bahkan para pemuka gerejawi merasa tersinggung karena mereka tidak menerima penghormatan sesuai dengan jabatannya. Dunia ini penuh dengan orang-orang yang menuntut kebesaran sedangkan mereka seharusnya berlutut di depan kaki saudaranya. Di tiap lingkungan hidup, manusia dipenuhi dengan keinginan untuk menjadi yang paling utama, dan rasa keberatan untuk menempati tempat yang lebih rendah.  Dalam tiap lingkungan masyarakat dapat terjadi bahwa seorang tidak mendapat perlakuan seperti yang diinginkannya lalu marah atau terus mengomel selama beberapa waktu.

Jika kita mulai digoda untuk memikirkan kehormatan kita, kita, hak-hak kita, marilah melihat kepada gambaran Anak Allah, dengan handuk di pinggang-Nya, Ia membasuh kaki murid-murid-Nya. Ia tidak memikirkan harga diri dan gengsi-Nya, tetapi ia mau berlutut di bawah kaki para murid yang membuktikan bahwa Yesus sungguh-sungguh mempunyai kerendahan hati yang agung.

 

Kerendahan hati dibuktikan bukan melalui kata-kata tetapi melalui tindakan kita.  Yesus bukan saja mengajarkannya tetapi juga mempraktekannya. Teladanilah Dia!

 

Artikel oleh: October 9, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from John (Renungan Alkitabiah dari Injil Yohanes)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda