Pedulikan Orang Lain

“Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu.”  (Ulangan 15 :  11).

 

Di dunia ini pasti terdiri dari manusia yang memiliki status sosial yang berbeda-beda.  Ada yang kaya tetapi ada juga yang miskin dan melarat.  Pada umumnya, seorang yang miskin secara materi selalu dipandang sebelah mata oleh sesamanya.  Bahkan tak jarang mendapatkan perlakuan tidak adil oleh pemerintah, ataupun sesamanya yang merasa diri kaya.  Bahkan jika kita cermati baik-baik dalam gereja Tuhan, orang-orang kaya selalu mendapat penghargaan tertinggi dari pemimpin gereja dibanding dengan orang-orang yang tidak beruang.  Apakah salah memperhatian orang kaya?  Tentu tidak!  Tetapi yang salah adalah jika dalam gereja terjadi apa yang dinamakan “pilih kasih” atau sikap yang memandang muka.  Seharusnya orang yang kaya maupun yang miskin mempunyai kedudukan yang sama dan sederajat, tidak lebih dan  tidak kurang.  Mengapa? Karena Allah sendiri adalah Allah yang tidak pilih kasih dan tidak memandang muka. Bobot kasih-Nya sama kepada setiap orang dan tidak dipengaruhi oleh status apapun. Dalam berbagai cara Allah telah mengungkapkan perhatian besar bagi orang yang miskin, yang berkekurangan dan yang tertindas. Allah menyatakan diri-Nya sebagai tempat perlindungan, pertolongan dan pemeliharaan bagi kaum miskin (Maz 146; Maz 40:18; Maz 68:11 dll).

Salah satu bagian dari ketaatan kepada hukum Allah adalah timbulnya keinginan yang tulus dari hati yang mengasihi Tuhan untuk menolong orang yang miskin dan malang.  Sikap dan keinginan kita untuk menolong orang yang miskin diperhatikan dan dihargai oleh Allah.  Sebaliknya memiliki sikap serakah dan mementingkan diri sendiri sehingga mengabaikan kebutuhan sesama membuat kita kehilangan berkat Allah (ay 9, 10).  Dalam Alkitab menekankan perlunya belas kasihan, keprihatinan dan kemurahan kita terhadap mereka yang menderita atau yang mengalami situasi yang buruk yang mengakibatkan kemiskinan dan kekurangan (Mat 25:31-36).

 

Pastikan Anda peduli terhadap orang lain khususnya kepada mereka yang hidupnya miskin, sebagai bukti dari kasih kita kepada Allah

Artikel oleh: August 27, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Deuteronomy (Renungan Alkitabiah dari Kitab Ulangan)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda