Jangan Sombong!

Jangan Sombong

“Raja Rehabeam menjawab mereka dengan keras; ia telah mengabaikan nasihat para tua-tua”

(2 Tawarikh 10 : 13)

 

Setelah diangkat menjadi seorang raja, Raja Rehabeam merasa berhak melakukan apa saja, termasuk menindas rakyat. Hilanglah sudah gambaran kesuksesan pemerintahan Salomo di tangan Rehabeam. Karena ingin menunjukkan kekuasaan dan kehebatan yang melebihi ayahnya, Rehabeam justru kehilangan wibawa di mata rakyatnya. Ia tidak berhasil menampilkan sosok pemimpin yang berhikmat dan bijaksana.  Ketika menghadapi rakyat yang mengajukan keluhan (1), sebenarnya Rehabeam mempunyai dua alternatif pertimbangan. Ia juga punya kesempatan untuk memilah-milah masukan mana yang patut diperhatikan. Sayangnya bukan kepentingan rakyat yang mendasari Rehabeam dalam mengambil keputusan. Seolah bagi Rehabeam, nasihat dari orang-orang tua merendahkan dirinya dan membuat dia berada dalam posisi sebagai orang yang melayani rakyat. Maka dia menolak mengikuti nasihat orang-orang tua itu (7-8).  Sementara masukan dari orang-orang muda jelas memperkuat eksistensinya sebagai penguasa. Rakyat harus tahu bahwa dia raja dan berotoritas. Maka masukan dari orang-orang muda terasa lebih pas bagi dirinya (9-11, 13-14).  Terlihat bahwa ego dan kesombongan melandasi keputusan Rehabeam atas rakyat. Tundukkah rakyat kepada Rehabeam? Ternyata tidak. Mereka malah menyerukan protes (16).  Akibatnya, kerajaan Israel pecah menjadi dua kerajaan dan dia kehilangan sebagian besar dari rakyatnya.

Bagi kita sekarang, kisah berkurangnya kekuasaan Raja Rehabeam ini mengingatkan kita agar kekayaan tidak membuat kita bertindak sewenang-wenang; dan kekurangan tidak membuat kita merasa diabaikan oleh Tuhan.  Berbagai tindakan dan keputusan yang didasarkan pada kesombongan memang bisa menjadi titik awal kehancuran seseorang. Kesombongan dapat membuat orang tidak peduli pada apa pun, asal saja ia dapat menunjukkan eksistensi dirinya di hadapan orang lain. Kesombongan dapat membuat orang tidak peka pada masalah dan kebutuhan orang lain, karena menganggap orang lain rendah.  Karena itu, penting bagi kita untuk mengingat dan melibatkan Tuhan dalam berbagai aspek kehidupan kita.

 

Kesombongan dapat membuat orang lain lupa bahwa masih ada Tuhan, yang jauh lebih berkuasa.

 

Artikel oleh: July 3, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Chronicles (Renungan Alkitab dari Kitab Tawarikh)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda