Fokus Pada Kekekalan

Fokus Pada Kekekalan

“Tuhan, Engkau telah berfirman tentang kota ini bahwa Engkau akan melenyapkannya, sehingga tidak ada lagi yang diam di dalamnya, baik manusia maupun hewan, dan sehingga kota ini akan menjadi tempat tandus untuk selama-lamanya!” (Yeremia 51 : 62)

 

Popularitas yang dibangun di atas pujian manusia pasti runtuh (Ay. 41). Mungkin tidak ada yang menyangka bahwa bangsa Babel yang begitu berkuasa pada jamannya, akan mengalami kehancuran! Namun, setiap popularitas yang hanya dibangun di atas dasar kesenangan manusia, tidak dapat bertahan lama! Hari ini mereka dipuji, besok mungkin dicaci. Hari ini dielu-elukan, besok dihindari dan menjadi kengerian ( 41b). Penilaian manusia berubah-ubah setiap saat. Yeremia menggambarkan bangsa-bangsa yang dulu begitu mengagumi Babel, sekarang justru berbalik melawan mereka! Bila kita hanya mencari perkenanan hati manusia, kita tidak akan bertahan. Bila kita mencari perkenanan hati Tuhan, kita akan bertahan karena Tuhan sendiri akan menjadi Pelindung Sejati kita!

Popularitas yang dibangun di atas dasar kesia-siaan pasti runtuh ( 58). Pohon dikenal dari buahnya. Bila kita menabur sesuatu yang bersifat kekal, kita akan menuai buah yang bersifat kekal, yang tidak akan hancur dan runtuh ditelan jaman. Bangsa Babel sebenarnya memiliki potensi seperti itu. Mereka dipilih Tuhan sebagai alat untuk menyatakan penghakiman kepada bangsa-bangsa! Namun mereka gagal karena mereka mengejar hal yang sia-sia! Mereka bersusah-payah membangun kebanggaan diri sendiri (lihat ungkapan “tembok-tembok tebal,” ayat 58). Semua itu bukan hanya runtuh, bahkan akan tenggelam selama-lamanya (64).

Setiap usaha untuk membanggakan diri sendiri akan berakhir dalam kesia-siaan.  Mengapa? Karena dihadapan Tuhan, tidak ada yang abadi dalam dunia ini; semua hanya sementara. Keabadian itu hanya kita dapatkan didalam Yesus, yakni kehidupan yang kekal di sorga yang kekal dan mulia.

Kejarlah hal-hal yang bernilai kekal dalam kehidupan ini!

 

Artikel oleh: January 26, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yeremia)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda