Dibalik Penderitaan

Dibalik Penderitaan

“Maka bangkitlah Ismael bin Netanya dengan kesepuluh orang yang ada bersama-sama dia, lalu mereka memukul mati Gedalya bin Ahikam bin Safan dengan pedang; demikianlah Ismael membunuh dia yang telah diangkat raja Babel atas negeri itu”. (Yeremia 41 : 2)

 

Pembunuhan brutal Gedalya, beserta rekan-rekannya, menggambarkan betapa tragisnya sejarah Israel.  Sebagaimana diungkapkan dalam kitab Yeremia, sejarah Israel sangatlah serupa dengan kisah tragedy klasik.  Ada banyak kesempatan untuk perubahan menuju masa depan yang positif, tetapi keputusan dan kepribadian yang menyimpang selalu menghalangi perwujudannya.

Yeremia 40:13–41:15 menyebutkan dua penyimpangan tersebut. (1) Gedalya menolak peringatan yang sangat jelas tentang niat jahat Ismael.  Seandainya sang gubernur mau mendengarkan nasihat dari teman-teman sejawatnya, tragedi itu dapat dihindari.  (2) Penyimpangan Ismael nampaknya adalah kebenciannya yang buta terhadap Babelonia.  Dua penyimpangan tersebut menjadi bahan dasar resep kehancuran di Mizpah.

Untuk sesaat, mencuat pengharapan masa depan di bawah kepemimpinan Gedalya.  Akan tetapi, dengan kematiannya yang tragis, semua berubah secara drastis.  Walaupun Yeremia menentang keras pilihan untuk melarikan diri ke Mesir, namun suaranya terlalu kecil.  Pengharapan yang semula terlihat begitu dekat, sekarang bergerak sangat jauh.

Segala peristiwa datang dan pergi seolah-olah tanpa makna apapun.  Akan tetapi benarkah demikian,  Oswald Sander mengingatkan, “Jika engkau hendak dipakai oleh Allah, Dia akan membawamu kepada berbagai pengalaman yang sepertinya tidak bermakna bagimu, tetapi sebenarnya itu penting di mata Allah untuk menjadikanmu berguna bagi Dia” (If you are going to be used by God, he will take you through a multitude of experiences that are not meant for you at all; they are meant to make you useful in his hands).

 

Seperti cabang pohon kedar yang patah,

demikianlah hidup kita mengeluarkan wangi harum Ilahi

disaat kita sabar dalam derita.

 

Artikel oleh: January 23, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yeremia)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda