Kita Orang Merdeka

Kita Orang Merdeka

“Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, sesudah raja Zedekia mengikat perjanjian dengan segenap rakyat yang ada di Yerusalem untuk memaklumkan pembebasan..” (Yeremia 34 : 8)

Pada zaman kini, kita semua telah sepakat bahwa perbudakan atau perhambaan sungguh-sungguh bertentangan dengan hakikat kemanusiaan kita yang mulia yang diciptakan Tuhan. Perbudakan atau perhambaan sebab itu dilarang oleh undang-undang, deklarasi bangsa-bangsa, dan ajaran–ajaran agama. Namun pada zaman dahulu, termasuk zaman penulisan Alkitab, kita paham bahwa perbudakan masih merupakan praktek kehidupan yang lazim atau dianggap biasa. Para leluhur Israel seperti Abraham, Ishak dan Yakub juga memiliki para budak atau hamba (beberapa budak perempuannya bahkan dinikahi mereka). Umat Israel pernah menjadi bangsa budak di Mesir. Di zaman Perjanjian Baru kita tahu bahwa sebagian anggota jemaat Kristen juga berasal dari kalangan budak dan sebagian lagi justru para tuan yang memiliki budak (lihat: Kolose 3:22, 4:1, Efesus 6:5-9).

Namun Alkitab memahami perbudakan bukan hanya dari segi ekonomi dan politik, tetapi juga secara teologis. Manusia bukan hanya bisa diperbudak oleh oleh manusia lain, tetapi terutama telah diperbudak oleh kejahatan dan dosa. Sebab itu pembebasan atau pemerdekaan dalam perspektif Alkitab juga tidak boleh lagi hanya dibatasi dalam arti politik dan ekonomi, tetapi harus dihayati juga secara teologis, yaitu: pembebasan dari dosa dan maut.

Tuhan memanggil kita menjadi orang-orang merdeka (1 Petrus 2:16). Dimana ada Roh Tuhan maka di sana juga ada kemerdekaan (2 Korintus 3:17). Hukum yang diberikan Tuhan kepada kita adalah hukum yang memerdekakan (Yakobus 1:25, 2:12). Ingat juga proklamasi Tuhan sebelum menyampaikan 10 Hukum: Akulah Tuhan, Allahmu, yang memerdekakan engkau dari rumah perbudakan di Mesir! (Keluaran 20:2). Namun ada suatu hal yang sangat menarik menjadi bahan renungan kita: semakin terikat kita kepada Tuhan semakin merdeka pulalah kita. Dengan menjadi hamba Tuhanlah maka kita tidak perlu menjadi hamba apapun atau siapapun lagi.

 

Ingatlah hal ini, bahwa kita adalah orang-orang yang paling merdeka di dunia ini dan juga paling berbahagia.

 

Artikel oleh: January 19, 2014   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yeremia)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda