Bersaksi Dengan Berani

“Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan”. (Yeremia 1 : 7)

 Bersaksi Dengan Berani

            Bersaksi bagi Kristus dan memberitakan injil? Bagi banyak orang Kristen, kata-kata ini masih menakutkan. Berbagai alasan diucapkan, yang intinya memang tidak berani untuk bersaksi dan memberitakan Injil. Beberapa orang Kristen mencari pembenaran dengan mengatakan bahwa lebih baik bersaksi dan memberitakan injil dengan perbuatan dan tingkah laku kita sehari-hari. “Bukankah kehidupan kita ini seperti surat yang bisa di baca oleh orang lain”, demikian kira-kira perkataan cari aman dari banyak orang percaya. Itu baik jika kehidupan kita di pandang baik oleh masyarakat sekitar dan kita mengatakan itu dengan sebenarnya. Tetapi kalau mengatakan hal tersebut hanya untuk menghindari cara bersaksi lewat kata-kata, kita harus “bertobat”!  Tahukah kita?  Ketika kita bersaksi dan memberitakan Injil, sebenarnya kita mengatakan isi hati Tuhan kepada orang lain. Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, kita mempunyai tanggungjawab untuk menjadi juru bicara Tuhan.

Dalam dunia ini, kita juga diutus oleh Tuhan di tengah-tengah dunia ini dan dengan berani menjadi saksi Tuhan. Melihat begitu banyaknya tantangan yang kita hadapi di tengah-tengah dunia ini, bisa saja kita takut memainkan peran kita dan menunjukkan identitas kita sebagai utusan Tuhan. Firman Tuhan mengatakan siapa yang mempertahankan nyawanya dia akan kehilangan nyawanya tetapi siapa yang kehilangan nyawanya karena firman Tuhan dia akan memperoleh kehidupan. Firman ini mengingatkan kita bahwa kita telah dipilih dan diutus oleh Tuhan dan untuk melaksanakan tugas pengutusan tersebut Tuhan akan menyertai dan memelihara kita. Sepanjang kita melaksanakan seperti yang diperintahkan dan difirmankan Tuhan kita selalu berada dibawah penyertaan dan perlindunganNya.

 

Tidak ada pilihan lain, kita harus menjadi juru bicara Tuhan. Mari, bersaksi dan memberitakan Injil dengan berani.

 

Artikel oleh: December 3, 2013   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah), Biblical Devotion from Jeremiah (Renungan Alkitab dari Kitab Yeremia)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda