Kunjungan Rasa Syukur

“Aku meminta perhatianmu terhadap Febe ….Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri” (Roma 16:1,2)

 Kunjungan Rasa Syukur 

         Berdasarkan penelitian beberapa dokter di Amerika Serikat, menghitung berkat yang kita terima dapat meningkatkan kesehatan jasmani. Para sukarelawan yang mencatat berkat setiap minggu, lebih jarang mengeluh sakit dan tidak enak badan dibanding para sukarelawan yang hanya mencatat pertengkaran-pertengkaran atau kejadian biasa setiap hari.

          “Kunjungan rasa syukur” dikembangkan oleh Dr. Martin E.P. Seligman untuk meningkatkan kesehatan emosi yang kuat. Ia memberi anjuran kepada orang-orang agar memikirkan seseorang yang telah membuat perubahan besar dalam hidup mereka. Ia meminta mereka untuk menuliskan kisah tentang bagaimana orang itu telah membantu mereka, mengunjungi orang tersebut, dan membacakan kisahnya keras-keras. Tes itu menunjukkan bahwa setahun kemudian, orang-orang yang melakukan itu menjadi lebih bahagia dan dilaporkan bahwa tingkat depresi mereka berkurang. Bahkan yang lebih penting adalah mereka memikirkan bagaimana cara berterima kasih kepada orang yang berarti bagi mereka!

Rasul Paulus memiliki daftar panjang orang-orang yang telah membantunya dan kepada siapa ia berutang budi (Roma 16:1-16). Ia menulis bahwa Febe telah “menjadi pelayan”, Priska dan Akwila telah “mempertaruhkan nyawa” baginya, dan Maria telah “bekerja keras” untuknya. Ia menghabiskan waktu untuk menuliskan rasa terima kasihnya dalam sebuah surat kepada jemaat di Roma.

Siapakah yang telah membantu dalam membentuk kehidupan Saudara? Dapatkah Saudara melakukan kunjungan syukur, selain untuk tetap menjaga hubungan baik, juga demi kebaikan mereka dan diri Saudara sendiri?

 

Rasa syukur jangan hanya dilakukan kadang-kadang

tetapi jadikanlah sebagai suatu kebiasaan.

Artikel oleh: August 24, 2013   Kategori : Umum  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda