BIARLAH ROHMU MENYALA-NYALA

Roma 12:11-12

Oleh Pdm Rudy Suwardi, GSJA CWS Rajawali

Emotional-Resilience-Why-We-Need-It

Judul kotbah  ini diambil dari ayat 11: Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Roh yang menyala-nyala oleh seorang komentator Alkitab dijelaskan sebagai suatu keinginan yang membara, keinginan yang sangat kuat, keinginan yang sungguh-sungguh, semangat yang berkobar-kobar atau antusiasme untuk menyenangkan Tuhan, untuk melakukan kehendak Tuhan, dan untuk memuliakan Tuhan  dengan cara apapun juga.

Istilah dalam bahasa Inggris yang sering dipakai untuk menyebutkan roh yang menyala-nyala adalah passion. Dalam perjalanan mengejar rencana Tuhan, jangan biarkan passion / antusiasme kita turun.

Kekuatan di balik semua karya seni yang hebat, semua musik yang hebat, semua arsitektur bangunan yang hebat, semua buku yang hebat, adalah “passion”. Oleh Google Translate, passion diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai  semangat, kegairahan, kegemaran,  atau keinginan yang kuat. Ada teman saya yang menggunakan  istilah “gandrung” atau tergila-gila dalam arti positif untuk menerjemahkan passion. Tidak ada sesuatu hal hebat dapat dicapai dalam hidup ini tanpa passion atau semangat. Passion atau semangat menyalurkan energi ke dalam hidup kita. Sesuatu yang hebat tidak dapat bertahan lama dalam hidup kita tanpa adanya passion/semangat. Passion merupakan alasan mengapa anda bangun di pagi hari dan bertekad, “Aku akan melakukan sesuatu yang hebat hari ini.” Tanpa semangat, hidup kita terasa membosankan.Hidup kita menjadi monoton. Kita menjalani hidup hanya dengan rutinitas.

Manusia diciptakan Tuhan dengan dilengkapi emosi untuk memiliki passion atau semangat di dalam hidupnya. Tuhan ingin agar kita menjalani hidup dengan passion atau penuh semangat. Passion adalah alasan mengapa para ilmuwan bersedia begadang, melakukan penelitian sampai larut malam demi untuk menemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit yang menakutkan. Passionjuga mengubah seorang olahragawan menjadi atlit yang berhasil memecahkan rekor-rekor baru. Anda harus memiliki passion di dalam hidup anda.

Alm.Steve Jobs dari Apple Computer pernah berbagi informasi tentang tujuh rahasia suksesnya. Rahasia yang pertama, adalah “Do what you love”. Lakukanlah apa yang menjadi kesukaanmu! Ia pernah berkata, “People with passion can change the world for the better.” Orang yang memiliki passion / semangat dapat merubah dunia menjadi lebih baik.

Dalam Matius 22:36-38 dikatakan, bahwa ada seseorang yang  datang kepada Yesus dan bertanya: “(36) Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?

Saya yakin, anda semua sudah tahu isi dari Perintah Agung yang tertulis dalam ayat selanjutnya: (37) Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.(38) Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Dengan kata lain, dalam ayat 37, Yesus berkata: “Aku ingin Engkau mengasihi-Ku dengan  semangatmu yang menggebu-gebu.”Tuhan tidak mau anda mengasihi Dia dengan setengah hati.Yesus ingin anda mengasihi-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Sebenarnya, kebenaran ini tersiratdi dalam keseluruhan Alkitab.Alkitab mengatakan kepada kita, bahwa kita harus mencari Tuhan dengan antusiasme yang tinggi, kita harus mengasihi Tuhan dengan antusiasme yang tinggi.Alkitab mengatakan bahwa kita harus melayani dan taat kepada Tuhan dengan antusiasme yang tinggi.Kita harus percaya kepada Tuhan dengan antusiasme yang tinggi.

Apabila anda belum yakin, mari kita lihat Kol 3:23 “Apapun jugayang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Dengan kata lainTuhan berkata, Aku ingin agar engkau melakukan segala sesuatu bagi-Ku  dengan passion / semangat yang membara,  teristimewadalam hal mengasihi-Ku, melayani-Ku dan hidup bagi-Ku.

Rm 12:11 yang sudah  kita baca mengatakan: “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Berilah lingkaran pada kata “biarlah”. Perhatikan, kata ini mempunyai arti “tidak otomatis,” melainkan menunjukkan sebuah pilihan. Diperlukan diisiplin untuk menjaga atau memelihara agar rohmu tetap menyala. Tanpa dipelihara atau dijaga, maka rohmu akan padam.

Suatu lembaga survey terkenal, Gallup, mengadakan survey yang diikuti oleh 13.000 peserta dari 130 negara di dunia.Para respondennya adalah orang-orang Kristen yang tidak lagi pergi ke gereja. Ada sejumlah pertanyaan dalam survey tersebut, dan salah satu pertanyaannya adalah: “Apa yang perlu diperbaiki agar anda mau kembali beribadah di gereja?”  Jawaban terbanyak adalah

“Mereka ingin melihat adanya passion atau antusiasme dalam diri para anggota dan pimpinan gereja.”

Jemaat ingin melihat api, kegairahan dansemangat yang membara di antara orang-orang Kristen sehingga kedatangan mereka di gereja menghasilkan sesuatu yang bermaknabagi hidup mereka.

Passionitulah yang membuat pelayanan Yesus menjadi sangatefektif di bumi ini.Yesus hidup dengan penuh passionbagi manusia.Yesus juga mati denganpassionbagi kita!

Passion atau antusiasmedalam ayat 11 digambarkan seperti api yang menyala. Ia dapat membesar atau mengecil. Sebagai contoh, api dari sebuah korek api. Ia dapat membesar dan bahkan dapat membakar rumah atau ia dapat mengecil kemudian mati. Api tersebut dapat dikontrol. Passion adalah api yang dinyalakan di hati kita. Jika kita tidak hati-hati, maka passion atau semangat akan mati.

Dalam pelayanan, anda harus waspada terhadap passion killer atau pembunuh passion, yaitu hal-hal  yang dapat memadamkan semangat anda dalam melayani Tuhan.Ada empat passion killer yang harus diwaspadai

 

  1. 1.       Complacency  (Kepuasan akan diri sendiri)

Seseorang yang berada dalam zona nyaman(comfort zone) biasanya menjadi complacent  atau berpuas diri. Kenyamanan menyebabkan kemalasan sehingga orang akan  kehilangan arah atau tujuan.

Di dalam Alkitab, dapat kita ambil Yosua sebagai contoh. Dalam Kitab Yosua pasal 12 diceritakan perkara-perkara besar yang dilakukan oleh Yosua, bahwa ia sudah mengalahkan 31 orang raja. Selanjutnya Yosua 13:1 mengatakan: Setelah Yosua menjadi tua dan lanjut umurnya, berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Engkau telah tua dan lanjut umur, dan dari negeri ini masih amat banyak yang belum diduduki.Dalam ayat iniTuhan menegur Yosua, bahwa masih banyak negeri yang belum ditaklukkan. Tuhan menegur Yosua tentang pekerjaan yang belum selesai. Yosua telah mencapai prestasi yang besar tetapi ternyata masih banyak yang harus dikerjakan.

Penyakit complacent juga seringkali menjangkitipara karyawan. Mereka berpuas diri dengan apa yang sudah dicapai sehingga tidak menunjukkan peningkatan kinerja. Tidak ada inovasi, tidak ada produk baru, tidak ada cara-cara baru. Perusahaan menjadai stagnan, jalan di tempat sehingga kalah dalam persaingan dengan kompetitor.

Dalam pelayanan, seringkali, kenyamanan membuat kita lengah tentang apa yang harus kita kerjakan untuk Tuhan.

  1. 2.       Kesulitan hidup.

Selama hidup, kita telah dan akan menghadapi banyak masalah, sebagai contoh: konflik, tidak adanya dukungan, keterasingan/ dikucilkan, dan lain-lain. Contoh lain adalah musibah, sakit penyakit, kesulitan keuangan. Biasanya orang lalu terfokus kepada masalah yang dihadapinya. Mereka merasa Tuhan tidak adil.  Mereka sudah terlibat dalam pelayanan, tetapi Tuhan tidak membalas mereka dengan berkat. Keadaan – keadaan tersebut seringkali  memadamkan passionatau semangat mereka dalam melayani

Mrk 4:19 memberi konfirmasi tentang hal ini:  ”lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.”

Untuk mengatasi kekuatiran, kita dapat berpegang pada janji Tuhan dalam Mat 6:25: ”Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”

Rm 12:12b mengatakan: ”……………………., sabarlah dalam kesesakan, ……………………………. “

  1. 3.       Gaya hidup yang tidak seimbang

Kebalikan dari complacency atau kemalasan adalah kerja keras. Kerja keras mengakibatkan kelelahan / stress .Karena itu kerja keras menghalangi kita bersekutu dengan Tuhan.

Passion harus dijaga seperti pertandingan marathon bukan sprinter.Passion harus dijaga dengan kecepatan konstan.Passion tidak boleh dibakar seperti kita berlari cepat.Passion harus dibakar secara bertahap dan kontinu.

Mzm 127:2: Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.”

Tuhan ingin agar kita mendapat istirahat yang cukup, karena itu dalam ayat tersebut dikatakan Tuhan memberikan berkat kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Secara berkala, kita harus mengambil libur atau cuti untuk beristirahat. Untuk penyegaran  kembali, kita perlu berekreasi secara berkala.

Jika kita tidak memperhatikan keseimbangan hidup maka kita akan mematikan api passion .

  1. 4.       Kebiasaan/rutinitas

Rutinitas atau kebiasaan adalah melakukan sesuatu secara rutin, atau sebagai hal yang biasa. Kebiasaan membiarkan sesuatu yang luar biasa  menjadi sesuatu hal yang biasa.

Tuhan menegur gereja mula-mula, dalam hal ini Jemaat di Laodikia tentang rutinitas ini.  WHY 3:15-16 “(15) Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! (16) Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.”

Jangan melaksanakan tugas-tugas pelayanan sebagai tugas-tugas yang rutin.Allah kita adalah Allah yang luar biasa, bukan Allah yang biasa-biasa saja.Karena itu kita harus memandang tugas-tugas pelayanan sebagai hal yang luar biasa.

Ada seorang misionaris yang mengatakan bahwa kita tidak boleh menganggap diri kita sebagai relawan dalam melaksanakan tugas pelayanan.Dalam pelayanan, kita harus memandang diri kita sebagai hamba.Karena itu kita tidak boleh melakukan tugas pelayanan dengan carasekedarnya.

Ketika mulai bergabung dengan Rajawali, anda mungkin sangat berapi-api. Lama-kelamaan  beberapa pengerja mungkin melaksanakan tugas pelayanan sebagai suatu rutinitas. Mereka tidak menemukan apinya lagi karena pelayanan menjadi sesuatu kebiasaan.

Kita sudah membahas 4 hal yang menjadi passion killer.

Selanjutnya, kita akan mempelajari 4 hal yang dapat membangkitkan passion atau antusiasme dalam melayani. Hal-hal yang dapat membangkitkan semangat yang membara atau passion dalam pelayanan disebut sebagai  Passion Generator/ Pembangkit Passion

  1. 1.       Mengaktifkan Karunia Rohani

1 Pet 4:10 mengatakan:  Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”

Perhatikanlah, Tuhan memberikan talenta kepada setiap orang.Tuhan memberikan kemampuan, kepribadian dan karunia rohani yang membentuk setiap manusia.Karunia rohani atau talenta yang diberikan kepada anda dimaksudkan bukan hanya untuk diri sendiri. Anda harus memakainya untuk melayani orang lain. Tuhan memberikan peran tertentu di bumi ini untuk setiap orang.Tuhan ingin agar anda memberikan kontribusi dengan hidup anda.

Ketika anda menemukan kemampuan yang khusus maka kemampuan tersebut akan menjadi passion.Jika anda tidak menggunakan talenta atau karunia tersebut, anda akankehilangan passion atau semangat.  Tuhan tidak bermaksud memberikan suatu karunia khusus kepada anda hanya untuk dipendam. Tuhan berkata, Aku mau supaya engkau memakainya, kalau tidak, engkau akan kehilangan karunia itu.

Yesus belajar melakukan kehendak Bapa. Hal tersebut merupakan passion dari Yesus. Allah  memberikan kehidupan dan semangat untuk hidup kita.

Apabila kita  bertanya kepada anak sekolah tentang jam pelajaran yang paling disukai. Pada umumnya mereka menjawab jam istirahat. Kita harus menghidupkan passion kita seperti perasaan anak sekolah terhadap jam istirahat.

  1. 2.       Bergaul dengan orang-orang yang memilikipassion yang sama

Pergaulan membawa dampak kepada kita. Kita harus bergaul dengan orang memiliki passion yang sama. Janganlah kita bergaul dengan golongan ”pemadam api” karena akan memadamkan api.

Seperti sebuah bara, bara tersebut akan menjadi panas dan terbakar jika kita meletakkannya disekeliling bara yang terbakar. Jika bara diletakkan lingkungan yang suam kuku, maka bara tersebut tidak akan terbakar.

Ibr 10:24-25: (24) Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. (25) Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

Kita saling memerlukan satu sama lain. Kadang-kadang kita jatuh. Kadang-kadang kita tersandung. Karena itu kita memerlukan sesama untuk menolong kita.

Sebagai jemaat di Rajawali,  selain hadir dalam ibdah, anda perlu bergabung dalam salah satu EFC. Melalui sistem tersebut anda akan dapat memelihara passion anda, sekalipunketika menghadapi keadaan sulit.  Anda dapat menceritakan masalah anda dan mendapat dukungan doa dari anggota EFC lainnya. Anda juga akan mendengar kesaksian-kesaksian yang dapat menguatkan iman.

Apakah alasan saudara tetap ke gereja? Untuk menjaga api tetap menyala.

  1. Kembali kepada Kasih yang mula-mula.

Ibu-Ibu, coba bayangkan pada suatu hari, suami Ibu pulang ke rumah dan berkata, “Aku tidak mencintaimu lagi. Tetapi segala sesuatu tidak akan ada yang berubah. Aku akan tetap mencari penghasilan dan membayar semua biaya rumah tangga. Aku akan tetap duduk bersama dan tidur bersama. Aku akan tetap menjadi ayah dari anak-anak kita. Aku cuma tidak mencintaimu lagi.”

Apakah Ibu-Ibu bisa menerimanya?Tidak mungkin.Hati anda pasti hancur luluh.

 

Sekarang bayangkan, anda mungkin berkata kepada Tuhan, “Yesus, aku tidak lagi mengasihimu seperti dulu. Tetapi aku masih akan tetap datang ke gereja. Aku masih akan tetap melayani-Mu. Aku masih akantetap bersaksi untuk-Mu. Aku cuma tidak mengasihi-Mu lagi.”

 

Yesus tentu saja tidak bisa menerimanya! Ia menginginkan suatu hubungan yang baik, bukan suatu perbuatan. Yesus berkata, “Engkau sudah kehilangan rasa kasih itu.”Apakah keadaan ini serius?Tentu saja. Jika kita gagal dalam mengasihi Dia, maka kita sudah melanggar Perintah Agung dalam Mat 22: 37: ““Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”

Jika kita gagal menaati Perintah agung, maka namakita sudah dicoret! Meninggalkan kasih mula-mula adalah dosa yang sangat besar.

 

Tuhan memperingatkan  gereja mula-mula, dalam hal ini  jemaat di Efesus  tentang kasih mula-mula.Wahyu 2 : 4-5: ”(4) Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. (5) Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau talah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalu engkau tidak bertobat.

 

Jika kasih sudah menjadi hambar, kembalilah mengingat  hal-hal yang mula-mula.

Peliharalah kasih yang mula-mula dan pertahankan semangat anda.

  1. 4.       Pray for Passion / Berdoalah untuk memelihara semangat

Api Tuhan adalah suatu karunia. 2 Tim 1:6 mengatakan: ”Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.”

Bagaimanakah kita dapat melakukan hal itu?

Kol 4:2 mengatakan: “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.”

Rm 12:12C mengatakan :  ”……………………………………………… dan bertekunlah dalam doa!”

Berdoalah selalu untuk meminta Tuhan menjaga passion kita. Agar Roh Kudus tetap mengobarkan api passion/ api semangat kita.

John Wesley pernah diberi pertanyaan tentang rahasia pelayanan-nya. Ia menjawab: ” Aku memohon kepada Tuhan untuk menempatkan Aku di atas api dan biarlah orang-orang melihat aku terbakar.”

Penutup

Sebagai penutup, izinkan saya mengingatkan kepada anda.

Tuhan berkata,  Aku  ingin engkau  melakukan  segala sesuatu bagi-Ku  dengan passion / semangat yang berkobar-kobar:

  • Aku ingin engkau  mengasihi-Ku dengan  roh yang menyala-nyala
  • Aku ingin engkau  melayani-Ku  dengan  roh yang menyala-nyala
  • Aku ingin engkau  hidup  bagi-Ku dengan roh yang menyala-nyala

Saudara, waspadalah terhadap 4 hal dalam kelompokpassion killer: Berpuas diri, Persoalan hidup, Gaya hidup yang tidak seimbang dan Rutinitas.

Sebaliknya lakukanlah 4 hal dalam passion generator: Aktifkan karunia rohani, Bergaul dengan orang-orang yang memiliki passion yang sama, Kembalilah pada kasih yang mula-mula dan Berdoalah untuk mengobarkan passion anda.

Kiranya Tuhan menolong kita agar senantiasa memiliki roh yang menyala-nyala.

 

 

 

Artikel oleh: July 30, 2013   Kategori : Bahan Khotbah, Umum  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda