Hormatilah Tuhan

“Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka”

(Roma 1 : 19)

surrender

Bukti lainnya mengenai keberadaan Tuhan di dalam hati manusia adalah walaupun orang-orang yang tidak percaya tidak takut kepada Tuhan tetapi mereka “takut pada kematian”. Kita bisa mengerti hal ini karena hal selanjutnya yang akan terjadi pada mereka setelah kematian adalah — penghakiman pada hari yang terakhir dan hukuman kutukan dalam kekekalan di Neraka. Dalam 2 Kor. 5:10 tertulis: “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.”  Akan tetapi, ide untuk berhadapan muka dengan Tuhan pada hari penghakiman yang terakhir adalah sangat tidak terpikirkan, dan manusia berusaha mati-matian untuk menekan dan melupakan kebenaran ini, dan manusia berusaha keras untuk melupakan semua hal-hal yang berkaitan dengan hal ini.

Sebagai orang-orang yang dalam sifat alaminya berdosa, kita dilahirkan dalam keadaan mati secara rohani, dan berada dalam “perhambaan”, dari dosa dan Iblis, seperti yang dinyatakan dalam Efesus 2:2, “Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka … ”  Dan kitab Mazmur 58:3 menambahkan demikian:  “Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat.” Siapakah yang dimaksud dengan “orang-orang fasik” dan “pendusta-pendusta”? Seluruh umat manusia sebelum mereka diselamatkan adalah termasuk orang-orang fasik dan pendusta-pendusta.

Adalah jauh lebih baik untuk mengakui kesalahan-kesalahan kita kepada Tuhan daripada memberontak melawan Tuhan yang merupakan tindakan yang sia-sia. Bahkan tindakan seperti itu akan mengakibatkan lebih banyak lagi dosa-dosa dan kesusahan-kesusahan yang akan membuat kita semakin jauh dari Tuhan dan semakin dekat kepada kegelapan yang kekal. Ingatlah bahwa Tuhan juga adalah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun yang akan membuka tangan-Nya kepada mereka-mereka yang mau mencari Dia dengan “sepenuh hati” (Yeremia 29:13).

Cara untuk menghormati Tuhan adalah dengan bertobat dari pikiran dan sikap hidup yang berdosa.

 

Artikel oleh: July 24, 2013   Kategori : Umum  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda