Wisuda STTEMA 2013

WISUDA SEKOLAH TINGGI TEOLOGIA MALUKU (STTEMA)

D III Teologi Kependetaan (Angkatan LVII)

S1 Teologi Kepemimpinan (Angkatan IV)

S1 Teologi Kependetaan (Angkatan I)

DSCN3609

 

Semua karena Anugerah Tuhan! Kata itulah yang cocok untuk menggambarkan karya Tuhan Yesus atas Sekolah Tinggi Teologia Maluku (STTEMA). Sekolah Tinggi Teologia Maluku (STTEMA) hadir di kota Ambon sebagai perwujudan hati Allah untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan bagi kerajaanNya di Maluku.

Harus diakui Sekolah Tinggi Teologia Maluku (STTEMA) bisa eksis sampai hari ini bukan karena kekuatan dari pimpinan sekolah (Pdt. Dini Willy Taihuttu, M.Min), tapi merupakan perjalanan yang panjang dari satu proses yang indah; yang pada akhirnya menjadikan STTEMA menjadi salah satu sekolah teologia yang berkarakter sehingga kehadirannya di kota Ambon layak diperhitungkan. Dan salah satu bukti dari kehadiran STTEMA yang layak diperhitungkan adalah mewisudakan 16 mahasiswanya (4 orang D3 Teologi Kependetaan angkatan 57; 7 orang S1 Teologi Kepemimpinan angkatan 4; dan 5 orang S1 Teologi Kependetaan angkatan 1).

Selasa, 28 Mei 2013 suasana di Sekolah Tinggi Teologia Maluku (STTEMA) tidak seperti biasanya. Pagi itu suasana di STTEMA ramai dengan para tamu undangan yang menghadiri acara wisuda STTEMA. Dari pantauan penulis, ada + 150-an orang tamu undangan yang hadir dalam acara wisuda pagi itu. Para tamu undangan tersebut berasal dari perwakilan ketua-ketua sekolah tinggi teologi yang ada di kota ambon, hamba-hamba Tuhan (baik yang dari GSSJA maupun non GSSJA), kepala desa, kepolisian resort baguala, perwakilan dari kantor gubernur provinsi Maluku,  orang tua dan keluarga para wisudawan.

DSCN3638

Tepat pukul 10.00 WIT acara wisuda STTEMA dimulai. Acara diawali dengan prosesi memasuki ruangan. Tampak ketua STTEMA, Pembantu ketua bid. Akademik (Rev. Donna L. Brown, Ph.D) dan sebagian dosen dibarisan depan dari kelompok prosesi tersebut, diikuti oleh para wisudawan/I. Dengan diiringi instrument keybord, langkah kaki-kaki para dosen dan wisudawan mantap memasuki ruangan. Hal ini menggambarkan bagaimana para dosen dengan keyakinan teguh melepaskan para wisudawan ke ladang pelayanan dan para wisudawan dengan kebulatan hati siap diutus bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus. Tema yang dipilih dalam wisuda kali ini adalah “Bersama Tuhan, Kita Lebih Dari Pemenang” (Roma 8 : 37). Satu tema yang sangat menarik dan tema tersebut telah dibuktikan oleh 16 wisudawan/I Sekolah Tinggi Teologia Maluku. Para mahasiswa/I yang di wisuda hari ini merupakan mahasiswa yang setia, tekun, punya spirit of excellent sehingga mereka berhasil menyelesaikan pendidikannya di tempat ini dan mereka telah menjadi pribadi-pribadi yang lebih dari pemenang.

DSCN3646

Acara wisuda bergulir satu-persatu dengan sangat indah. Kehadiran paduan suara Disinvolto Choir menambah kemegahan acara wisuda kali ini. Khotbah wisuda dibawakan oleh Pdt. Arif Multi Ardana, M.Div. Dalam khotbahnya beliau mengutip Yesaya 2 : 1-5; yang mana lewat ayat tersebut ada 3 hal penting yang diperhatikan oleh Yesaya dan 3 hal tersebut juga menjadi harapan untuk diperhatikan oleh para wisudawan; yaitu:

 

1)         Yesaya melihat bangsa-bangsa (ayat 2d)

2)         Yesaya melihat rumah Tuhan (ayat 3)

3)         Yesaya melihat transformasi (ayat 4)

 

Dari 3 hal tersebut, yang menjadi penekanan utama dari khotbah Pdt. Arif Multi Ardana yaitu adanya pengajaran yang keluar dari rumah Tuhan. Artinya bukan saatnya lagi umat Tuhan/ wisudawan sibuk dengan mendirikan gedung-gedung Gereja yang besar karena Gereja yang sesungguhnya adalah kehidupan kita. Harusnya dari dalam Gereja, para pendeta tidak lagi mengkhotbahkan Firman yang hanya teori tapi Firman yang teraktualisasi dalam kehidupan jemaat. Firman yang teraktualisasi tersebut gong nya lebih besar dan berdampak terciptanya transformasi. Lebih lanjut Pdt. Arif berpesan agar wisudawan tidak hanya jago secara theologia namun dapat mengaplikasikan theologianya dengan benar. Para wisudawan harus bisa memperlengkapi jemaat-jemaatnya dengan pengajaran yang sehat dan berguna dalam market place. Karena sesungguhnya Firman Tuhan bukan hanya bicara di sekolah theologia saja namun Firman Tuhan harus menyentuh  aspek market place dari jemaat. Sebagai pendeta, para wisudawan harus mengajarkan cara hidup benar, cara mengelola keuangan yang benar, cara hidup kudus, cara menjadi berkat didalam pekerjaan, dan lain sebagainya; karena pengajaran-pengajaran seperti itulah yang disebut pengajaran market place. Jika pendeta sudah mengajarkan hal-hal tersebut kepada jemaatnya maka jemaat-jemaatnya akan menjadi jemaat yang luar biasa dalam seluruh bidang pekerjaan mereka.

Hal lain yang menjadi penekanan khotbah Pdt. Arif (selain pengajaran) adalah kerelaan hati para wisudawan di utus ditengah-tengah serigala (Matius 10:16). Dua karakter yang penting dari Matius 10 :16; yaitu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Hamba Tuhan harus punya 2 karakter tersebut. Karena 2 karakter ini saling melengkapi. Dengan kecerdikan yang dimiliki oleh seorang hamba Tuhan, maka dia akan sanggup menghadapi ‘serigala-serigala’ disekitarnya. Namun dengan ketulusan hati, hamba Tuhan tersebut tidak akan bersikap arogan dalam menghadapi ‘serigala-serigala’ tersebut.

Khotbah Pdt. Arif ditutup dengan ayat Firman Tuhan yang terdapat dalam I Yohanes 5:4-5. Iman kita menjadi kunci dari kemenangan kita mengalahkan dunia. Iman lah yang menjadi kunci bagi para wisudawan menghadapi tantangan pelayanan. Dalam pelayanan pasti ada tantangan, namun dengan tantangan atau ujian tersebut akan membuat para wisudawan semakin pintar, cerdas dan kreatif (Mazmur 26:2). Allah menempatkan kita didunia ini bukan tanpa tantangan namun janji Tuhan dalam FirmanNya, Ia akan menyertai kita sampai pada akhir zaman. Kalau Allah sudah memberikan kemenangan pada para wisudawan dalam menyelesaikan pendidikannya, Allah yang sama juga akan memberikan kemenangan bagi para wisudawan dalam menghadapi ujian, tantangan, persoalan didalam pelayanan. Allah menjadikan kita orang-orang yang lebih daripada pemenang.

Tampil sebagai mahasiswa terbaik dari D3 Teologi kependetaan yaitu Sdri. Theresia Daramera;  S1 Teologi Kepemimpinan yaitu : Bpk. Rolin Memed; dan S1 Teologi Kependetaan yaitu : Sdri. Levina Titioka

Acara wisuda ditutup oleh sambutan yang diberikan oleh staf ahli bidang ekonomi dan keuangan keuangan  kantor gubernur provinsi Maluku : Bpk. Ir. Benny Hasperz, MT dan sambutan oleh ketua BPD GSSJA Maluku dan Maluku Utara (Pdt. Roberts Limy). Dalam sambutan yang diberikan dari perwakilan kantor gubernur provinsi Maluku menyampaikan hendaknya para wisudawan dapat bersinergi dengan pemerintah untuk membangun masyarakat Maluku yang berakhlak baik serta dapat bersama-sama menyelesaikan penyakit sosial yang ada di masyarakat Maluku. Pdt. Roberts Limy dalam sambutannya berkata bahwa dengan diwisudanya 16 mahasiswa/I Sekolah Tinggi Teologi Maluku berarti menambah asset bagi penuai-penuai jiwa. Menurut Pdt. Roberts Limy, ladang sudah menguning namun penuai yang tersedia masih sedikit. Karena itu kehadiran 16 wisudawan STTEMA diharapkan bisa menjadi penuai-penuai jiwa yang unggul bagi kerajaan Allah. Selanjutnya para wisudawan diserahkan dari sekolah kepada Badan Pengurus Daerah GSSJA Maluku dan Maluku Utara dan kepada pengurus alumni Sekolah Tinggi Teologia Maluku.

Selamat kepada para wisudawan/I Sekolah Tinggi Teologi Maluku. Selamat berjuang di ladang Tuhan. Dengan Api Tuhan dan pengurapan Roh Kudus, menangkan Maluku bagi Tuhan.  Menangkan jiwa-jiwa bagi kerajaan Allah berapapun harganya. Bersama Allah, engkau lebih daripada pemenang. Sampai jumpa dalam acara wisuda Sekolah Tinggi Teologi Maluku. Maju terus STTEMA bagi kemuliaanNya.

Pengirim :

Staff Sekolah Tinggi Teologi Maluku

Artikel oleh: July 3, 2013   Kategori : Berita Sukacita, Berita Terkini  Sebarkan 

Satu komentar

  1. BPD GSJA Banten - July 13, 2013

    Selamat datang di ladang pelayanan kepada Wisudawan-wisudawati—-Tuhan memperlengkapi kalian untuk melayaniNya—Gbu

Tulis Komentar Anda