Anugerah-Nya Besar!

“Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, setiap orang dari padamu akan mengundang temannya

duduk di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara.”

(Zakharia 3 : 10)

 

Bagian ini merupakan janji Tuhan akan berlimpahnya berkat yang kelak tercurah atas umat-Nya apabila mereka bertobat dan berbalik kepada-Nya. Mereka akan mengalami kedamaian (peace) dan kemakmuran (prosperity). Ketaatan terhadap perjanjian Tuhan (God’s Covenant) menghasilkan berkat Tuhan tetapi ketidaktaatan menghasilkan kutuk dan penghukuman Tuhan.

Imam besar Yosua merupakan sebuah tipologi atau bayang-bayang dari Imam besar sejati yang kelak datang yaitu Yesus Kristus, pengantara yang sesungguhnya antara Allah dengan kita, umat-Nya. Hal itu dikerjakannya dengan menyerahkan diri-Nya sendiri untuk mati menebus mereka dan memberikan pengampunan yang sempurna.  Anugerah pengampunan Tuhan itu jauh melebihi besarnya dosa-dosa mereka. Sekalipun umat Tuhan yang diwakili Imam besar Yosua terus menerus memberontak dan tidak taat kepada perjanjian-Nya, Tuhan tetap setia dengan perjanjian-Nya dan tidak pernah meninggalkan mereka.  Manifestasi yang paling besar atas anugerah pengampunan Tuhan kepada umat-Nya nyata melalui karya kematian Kristus di kayu salib, dan bermanfaat bagi kita oleh karya Roh Kudus melalui pertobatan yang sejati. Pertobatan sejati hanya mungkin terjadi ketika umat Tuhan meratap dengan memandang kepada Kristus yang sudah mereka tikam.

Kebenaran ini seharusnya membawa kita terus memandang Kristus, Juru Selamat kita yang rela ditikam bagi keselamatan kita. Respon kita tidak hanya berhenti bergumul meratapi kematian-Nya tetapi jauh lebih penting bagaimana kita mau terus bergumul meratapi dosa-dosa kita di hadapan-Nya dan memohon anugerah pengampunan-Nya. Selanjutnya kita tidak hanya berhenti pada meratapi dosa-dosa kita  tetapi harus diikuti dengan satu komitmen untuk hidup dan berbuah bagi Dia.

 

Pada akhirnya di atas segalanya, segala pujian, hormat dan kemulian hanya bagi Dia,

Yesus Kristus, Juru Selamat dan Penebus kita.

 

Artikel oleh: June 20, 2013   Kategori : Biblical Devotion (Renungan Alkitabiah)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda