Bait Roh Kudus

Bacaan Alkitab: 1 Korintus 3: 10 – 23

“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (1 Korintus 3:16)

christian unity

Kita patut berbahagia karena kita adalah anak-anak Allah yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sendiri. Alkitab berkata, “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (Kejadian 1:27), bahkan Tuhan sendiri yang memberikan nafas hidup kepada kita supaya kita menjadi makhluk yang hidup.  Tidak hanya itu saja, Dia juga memberikan kuasa kepada kita untuk menguasai bumi dan segala isinya. Bahkan, di dalam Perjanjian Baru, kita ini disebut sebagai bait Allah berarti Roh Allah itu tinggal di dalam kita dan hidup senantiasa menyertai kita. Oleh karena itu, kita tidak boleh hidup seenaknya, terlebih lagi melakukan perbuatan-perbuatan dosa karena “Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.” (ayat 17).

Kita dapat belajar dari raja Salomo, bagaimana ia sangat menghormati Bait Allah. Sebelum bait itu berdiri, ia melakukan persiapan pembangunan sedemikian rupa. Salomo menghiasi bait Allah tersebut dengan bahan-bahan yang terbaik: emas, perak, batu permata dan kayu-kayu yang mahal (baca 2 Tawarikh 2), karena keberadaan bait Allah itu menjadi pertanda tentang kehadiran Tuhan. Itulah sebabnya, Salomo berkata “Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kami lebih besar dari segala allah.” (2 Tawarikh 2:5). Apabila di zaman Salomo bait Allah dalam bentuk bangunan fisik sangat diutamakan, terlebih lagi sekarang ini dimana tubuh kita sendiri adalah baitNya, berarti kitalah yang menjadi pusat perhatian Tuhan.

Sebagai bait Allah, hidup kita harus senantiasa berhiasakan kebenaran dan kekudusan seperti tertulis: “supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” (Efesus 4:23-24). Memang hal ini tidak mudah! Kita harus berjuang agar bait-Nya tetap terpelihara. Bagaimanan caranya? Kita harus terus melatih diri beribadah, tekun di dalam doa, senantiasa bersyukur dan menjadi pelaku firman.

Jagalah hidup kita sedemikian rupa, karena hidup kita ini adalah bait Roh Kudus!

Artikel oleh: February 13, 2013   Kategori : Biblical Devotion from 1 Corinthians (Renungan Alkitabiah dari Kitab 1 Korintus)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda