Pentingnya Sebuah Doa

Bacaan Alkitab: Kolose 1: 1 – 14

“Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu” (Kolose  1 : 9)

Doktor Charles Prakhurst, seorang pengkhotbah dan reformator yang sangat berpengaruh dari New York bersaksi tentang pengaruh doa sang ayah bagi kehidupan rohaninya.

Saya sering mendengar ayah saya berdoa di gereja, di tengah mezbah keluarga dan di sekeliling meja makan.  Saya senang mendengarnya.  Akan tetapi , yang paling menggetarkan hati dan mengubahkan kehidupan saya adalah doa-doa yang dinaikkan ayah, sambil berlutut, di lumbung padi sebelum dia mulai bekerja.  Dia menyebut nama ibu dan nama anak-anaknya dan membawanya ke hadapan Tuhan.

Kisah tentang “Bapa yang berdoa bagi anak-anak-nya” sangatlah langka.  Kita lebih sering mendengar lagu, “Di Doa Ibuku, namaku disebut . Di doa ibu kudengar, namaku disebut.”

Tidak salah, bahkan Alkitabiah bagi keduanya, Ayah dan Ibu berdoa dengan sungguh bagi setiap anaknya.  Paulus, sebagai Bapa rohani, walaupun secara tidak langsung bagi jemaat Kolose, berkata, “Sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu.” (ay 9a).  Betapa dahsyat jika setiap orang tua juga mendoakan anak-anaknya dengan terus menerus seperti doa Paulus:

Kami meminta supaya   – - – - – - – - – - – - – - – - – - -
( Tulis nama anak-anak  Saudara/i)
menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,
sehingga hidup mereka layak di hadapan-Mu serta berkenan kepada-Mu dalam segala hal, dan mereka memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik . . .  Lih ay 9-13 bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah.

Langkah paling awal sekaligus paling menentukan bagi seorang tua dalam membesarkan anak-anaknya adalah dengan mendoakan mereka secara teratur.

Artikel oleh: May 1, 2012   Kategori : Biblical Devotion from Colossians (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kolose)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda