Hidup Yang Dewasa

Bacaan Alkitab: Filipi 2: 1 – 11

“Hendaklah kamu dalam  hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Filipi 2 : 5)

 

Menjadi dewasa adalah dambaan semua orang, tidak ada satu orang pun yang tetap ingin menjadi anak kecil terus-menerus, bahkan anak kecil sekali pun lebih senang dikatakan kalau dia dewasa. Apa arti dewasa? Apakah dewasa menunjukkan umur? Pengalaman? Kepandaian? Jam terbang dalam pelayanan? Banyaknya waktu untuk melayani? Keberhasilan? Ukuran kedewasaan bisa salah satu dari diatas namun jangan lupa bahwa ukuran utama kedewasaan adalah: seberapa banyak seseorang meresponi tanggung jawab.
Oleh karena itu orang yang masih berumur muda bisa kelihatan jauh lebih dewasa dari orang tua. Sesorang juga dapat dilihat kedewasaannya pada waktu menghadapi tantangan, pergumulan atau masalah. Tuhan Yesus memberi contoh kepada kita bagaimana menjadi orang yang dewasa. Orang dewasa biasanya akan dikelilingi oleh permasalahan namun dia akan mengendalikan masalah itu. Sebaliknya orang yang tidak dewasa akan dikendalikan oleh masalah, bahkan hidupnya akan terancam setiap kali dia menghadapi masalah.
Di kitab Filipi Tuhan menggariskan beberapa hal yang sangat luar biasa sebagai penggerak kedewasaan dan tersedianya semangat, penghiburan, persekutuan, kasih mesra, dan belas kasihan.  Jika kita menganggap diri kita dewasa namun melukai orang yang belum mencapai kedewasaan, sebenarnya kita sedang tidak dewasa atau tidak bertumbuh dewasa. Caranya untuk menjadi dewasa secara rohani adalah: Dengan hidup sehati sepikir, sejiwa, setujuan, tidak egois, tidak mencari pujian untuk diri sendiri namun hidupnya didasari kerendahan hati yang dimiliki Kristus (ayat 2- 4) atau memiliki kerendahan hati seperti Kristus (ayat 6 – 8). Kalau kedewasaan itu berbicara tanggungjawab dan kita bercermin kepada Tuhan Yesus maka menjadi dewasa rohani adalah: Menanggalkan status dan hak namun berkonsentrasi kepada tanggung jawab (artinya dia tidak akan menuntut); meninggalkan kemuliaan-Nya dan tunduk sebagai hamba sampai mati.

Pastikan Anda semakin bertumbuh dewasa secara rohani!

Artikel oleh: April 23, 2012   Kategori : Biblical Devotion from Philipians (Renungan Alkitabiah dari Kitab Filipi)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda