Jangan Saling Menghakimi

Bacaan Alkitab: Roma 14

“Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya”.
(Roma 14 :1)

Di segala zaman dan di setiap gereja, besar sekali kemungkinan adanya dua golongan orang percaya, yaitu yang kuat iman dan yang lemah iman.  Di Roma umpamanya,

  • Yang kuat imannya merasa bebas untuk makan apa saja dan menempatkan semua hari sama baiknya.
  • Yang lemah imannya merasa terikat hanya makan makanan tertentu dan menempatkan hari tertentu lebih penting dari yang lain.

Kedua kelompok ini sama-sama dalam bahaya.  Yang kuat cenderung memandang diri sendiri lebih berpengetahuan dan menghina yang lain.  Sebaliknya, yang lemah cenderung memandang diri sendiri lebih rohani dan menghakimi yang lain.  Untuk mengikis kecenderungan negatif tersebut, Paulus mengingatkan:

  • Tolak ukur yang sesungguhnya adalah sikap hati yang bersangkutan, bukan soal makan atau tidak dan menjaga hari tertentu atau tidak.
  • Hanya Tuhan yang dapat menilai kedalaman hati seseorang.

Oleh karena itu, biarlah masing-masing mempertanggungjawabkan keyakinan dan pilihannya kepada Tuhan sendiri ketika dia menghadap takhta pengadilan Allah.

Dalam ketakutan yang kudus kepada Tuhan, hendaklah masing-masing menjaga langkahnya agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.   Hendaklah masing-masing mengesampingkan berbagai perbedaan minor dan menyatukan langkah untuk mengembangkan Kerajaan Allah yang dipenuhi dengan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Adalah tanggungjawab kita untuk menegor atau menasehati sesama oleh terang FirmanNya, namun bukanlah wewenang kita untuk menghakiminya.

Artikel oleh: April 3, 2012   Kategori : Bibical Devotion from Rome (Renungan Alkitabiah dari Kitab Roma)  Sebarkan 

Satu komentar

  1. Danny - April 9, 2012

    Tereima kasih buat firman yang telah di berikan.

Tulis Komentar Anda