Janji Tuhan Digenapi

Bacaan Alkitab: Kejadian 17 – 18

“Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu,

akan mempunyai seorang anak laki-laki.” (Kejadian 18: 10)

Pertama kali Abraham mendapatkan janji Tuhan, adalah saat dia berusia 75 tahun, di dalamnya ada janji, bahwa Abraham akan mendapatkan keturunan.  Tidak kurang dari 24 tahun Abraham dan Sara, menantikan janji Tuhan.  Dalam ayat ini, kita melihat bahwa Tuhan, tidak hanya meneguhkan janji-Nya, tapi juga memberikan waktu yang definitif, yaitu tahun depan.  Reaksi Sara, ketika mendengar Firman Tuhan, bahwa dia tertawa dalam hati, karena dia menyadari keadaannya yang sudah tua, dan mati haid, dan birahinyapun sudah surut, bahkan mungkin sudah tiada lagi.  Tuhan tahu apa yang ada dalam pikiran Sarah, sehingga Dia berfirman bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, pernyataan ini sekaligus menegur ketidak percayaan Sara, dan menguatkan iman Sara.

Tidak ada yang terlalu sulit, atau terlalu besar bagi Tuhan, sebab Tuhan mempunyai kuasa yang tidak terbatas. Tuhan lebih besar dari segala sesuatu, sehingga apa yang tidak mungkin bagi manusia mungkin bagi Allah.  Abraham mengetahui kebenaran ini, sehingga Alkitab mencatat, reaksinya, yaitu: Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. “Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan”. (Roma 4:19-20).  Ia tidak bimbang karena ketidak percayaan, malah dia diperkuat dalam imannya, dan ia memuliakan Allah.  Abraham dapat bereaksi seperti itu karena dia penuh keyakinan bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Dia sanggup menggenapi semua yang Dia janjikan.

Kuasa Tuhan adalah kuasa untuk mencipta, kuasa itu tidak tergantung dengan keadaan atau situasi, tapi tergantung kepada kehendak Tuhan, yang artinya Apapun dan bagaimanapun keadaannya, kalau Tuhan berkehendak maka pasti terjadi. Miliki respon yang benar terhadap Firman Tuhan, sehingga kita berkenan dihadapan-Nya.

Perteguh iman kita dengan kebenaran ini, bahwa Tuhan adalah Allah yang Maha Kuasa, tidak ada yang sulit bagi Dia, sebab Dia adalah Allah yang berkuasa.  

Artikel oleh: January 21, 2012   Kategori : Biblical Devotion from Genesis (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kejadian)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda