Allah itu Benci Kebohongan

Bacaan Alkitab: Kejadian 11

“Tuhan, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.”
(Mazmur 131 : 1)

Menara Babel, adalah lambang dari kesombongan manusia.  Sebagai ciptaan, kehidupan manusia harus memancarkan kemuliaan Tuhan. Menara yang puncaknya sampai kelangit, adalah usaha untuk menyelamatkan diri dari hukuman air bah, jelas tujuan utamanya adalah untuk menjadi Tuhan bagi diri sendiri.  Menara ini juga menjadi simbol dari penyembahan dewa-dewa, seperti dewa matahari, dewa bulan dll.  Dan marilah kita cari nama, adalah wujud dari kesombongan dan pemberontakan manusia kepada Allah.  Dan inilah inti dari dosa manusia, yaitu memberontak kepada Allah.  Orang selalu merasa lebih mampu, lebih berhak, sehingga mereka selalu dikuasai ketidak puasan, yang kemudian terwujud melalui pemberontakan kepada otoritas.

Dalam cerita ini dikatakan bahwa Tuhan turun dan melihat, dan Tuhan tidak berkenan atas perbuatan manusia, maka Tuhan kemudian menggagalkan rencana manusia, dengan membuat mereka menjadi kacau balau.  Babel artinya Kebingungan, Allah mengacaukan bahasa mereka, sehingga mereka menjadi bingung satu dengan yang lain, dan tercerai berai kacau balau.

Manusia diciptakan menurut “rupa dan gambar Tuhan”,  di dalam diri manusia ada potensi untuk bertindak dengan otoritas, otoritas manusia berlaku untuk menguasai semua ciptaan Allah (berkuasa) maka semua tindakan manusia hanya dapat digagalkan oleh Tuhan dan kebodohannya sendiri.  Roma 12:2 berkata, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”.

Marilah kita memakai hidup kita untuk memuliakan Allah Pencipta kita yang agung, maka seluruh dunia akan dipenuhi dengan kemuliaan Allah.

Jangan pernah sombong dengan kekuatan, kepintaran, keahlian atau apapun yang Anda miliki!

Artikel oleh: January 17, 2012   Kategori : Biblical Devotion from Genesis (Renungan Alkitabiah dari Kitab Kejadian)  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda