Contoh Urutan Acara Penutupan Peti

(Contoh)

KEBAKTIAN PENUTUPAN PETI

Alm. ……………………

Di Rumah Duka …………………………………………..

Oleh GSJA ……………………………………………………………..

Pembukaan oleh Pemimpin Acara:

Saudara-saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus! Pada malam hari ini kita akan melaksanakan Kebaktian Penutupan Peti dari saudara yang kita kasihi, alm. ………………………………... Kepergian beliau dari tengah-tengah keluarga besar almarhumah terasa sebagai sebuah kehilangan. Tetapi malam ini, kita berkumpul untuk mendapat kekuatan dan penghiburan dari Tuhan kita Yesus Kristus. Di tengah kedukaan, kita masih bisa bersyukur untuk tahun-tahun yang dipercayakan Tuhan kepada keluarga – memiliki seorang ibu/ayah.

(Jemaat berdiri)

Pemimpin & Jemaat:

Kasih Yesus indah dalam hidupku

Menghiasi hati dan jiwaku

Ku tak dapat hidup tanpa kasih-Mu Tuhan

Pegang tanganku sepanjang hidupku

Kasih Yesus mengalir dalamku

Seperti sungai yang tak pernah kering

Kasih Yesus membebat hatiku

Dalam kasih-Mu kumerasa teguh

Pemimpin: (Bersahut-sahutan Maz. 121)

Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?

Jemaat:

Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Pemimpin:

Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.

Jemaat:

Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.

Pemimpin:

TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya

Pemimpin & Jemaat:

Semoga Allah Sumber kekuatan dan sejahtera kita menyertai kita semua mulai saat ini sampai selama-lamanya

(Jemaat duduk)

Pemimpin & Jemaat: lagu “Besar dan Ajaiblah Karya-Mu”

Besar dan ajaiblah karya-Mu

Adil dan benarlah jalan-Mu

Raja s’gala bangsa

Yang maha kuasa

Mulia nama-Mu

Layaklah segala bangsa

Sujud kepada-Mu

S’bab Kau Allah yang kudus

Layak disembah

Pemimpin: (Bersahut-sahutan Maz. 111)

Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah.

Jemaat:

Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya.

Pemimpin:

Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang.

Jemaat:

Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya. Kekuatan perbuatan-Nya diberitakan-Nya kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka bangsa-bangsa.

Pemimpin:

Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh, kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.

Jemaat:

Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat.

Pemimpin & Jemaat:

Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Sumbangan pujian rohani/Kesaksian

Pemimpin & Jemaat

K’rajaan-Mu datanglah, kehendak-Mu jadilah

Di bumi seperti di surga

K’rajaan-Mu datanglah, kehendak-Mu jadilah

Di bumi seperti di surga

Muliakan Raja s’gala raja

Penguasa di udara diruntuhkan

Biarlah nama Tuhan

Ditegakkan s’karang

Kemuliaan kuasa-Nya atas kita

K’rajaan-Mu datanglah, kehendak-Mu jadilah

Di bumi seperti di surga

Renungan Firman Tuhan: ……………………………

Pemimpin & Jemaat

Menyanyikan lagu “Engkau Yesus Permata Hatiku!”

Engkau Yesus permata hatiku

Engkau Yesus mutiara dalam jiwaku

Engkau Yesus harta dalam hidupku

Engkau Yesus s’galanya bagiku

Kau kusembah Yesus Kau Tuhanku

Kau kusembah dengan s’penuh hati

Kau kusembah Yesus Kau Allahku

Tiada lain yang layak kusembah

(Hanya Yesus yang layak disembah)

Penutupan Peti

Firman Allah berkata bahwa “untuk segala sesuatunya, ada waktunya! Dengan percaya bahwa saudara yang kita kasihi, alm. ………………… sudah bersama-sama dengan Tuhan kita Yesus Kristus, oleh karena itu teguhkanlah hatimu, kita akan berjumpa kembali dengan orang-orang yang kita kasihi di sorga yang mulia, tempat di mana mereka yang menerima kasih karunia dan anugerah Tuhan akan berkumpul dalam kekekalan.”

Sebelum kita akan menutup peti jenasah ini, kami persilahkan kepada keluarga besar untuk terlebih dahulu memberikan salam terakhir sebelum peti jenasah ini akan ditutup. Setelah itu kalau masih mau mengambil beberapa foto bersama kami masih berikan kesempatan.

Hamba Tuhan & Jemaat: lagu “Sekalipun aku dalam lembah kelam”

Sekalipun, aku dalam lembah kelam
Kutak takut, s’bab Kau besertaku
Sekalipun, badai topan datang menerpa
Kutak bimbang, s’bab Kau di sisiku

Aku percaya, berkatMu atasku melimpah
Kebajikan, kemurahan s’lalu mengikutiku
Kupuji, kusembah Kau Tuhan

Hamba Tuhan: (Selesai berdoa)

Sekarang kami meminta petugas untuk menutup peti ini, sebagai anak-anak Tuhan, kerelaan kita adalah karena pengharapan yang tidak mengecewakan, yaitu satu kali kita akan dibangkitkan atau diubahkan untuk berkumpul bersama-sama dengan Raja di atas segala raja, Yesus Tuhan kita.

Hamba Tuhan:

Turunlah kiranya berkat anugerah dari Allah Bapa, cinta kasih dalam Tuhan Yesus Kristus, serta persekutuan dan penghiburan dari Roh Kudus menyertai kita sekalian mulai saat ini sampai maranatha – Tuhan datang kembali!

Kata Sambutan dan pengumuman:

  • Keluarga
  • GSJA ………………………………………

Pemimpin:

Dengan demikian selesailah rangkaian acara Penutupan Peti jenasah Alm. …………………………………….., Tuhan memberkati!

Artikel oleh: October 1, 2009  Tags:   Kategori : Artikel  Sebarkan 

Tulis Komentar Anda